advertisement

Kenapa Orang Sering Salah Persepsi Tentang Dominan-Submisif Dalam Hubungan Seksual?

berikut ini alasan mengapa orang sering salah persepsi tentang dominan-submisif

Judi

judi

judi

FENOMAGZ – Hubungan intim yang dominan-submisif kerap sering kali dianggap akan mengakibatkan kekerasan, bahaya, dan bahkan penganiayaan dalam hubungan seksual. Namun sebenarnya hal tersebut merupakan salah satu ungkapan emosi yang lazim yang dapat terjadi pada siapa saja dan tidak sampai menyebabkan kriminalitas, karena hal tersebut sudah disetujui oleh kedua pihak saat akan melakukan hubungan dominan-submisif.

Baca juga: Ini Dia 5 Hal Yang Menyebabkan Wanita Lebih Susah Orgasme Daripada Pria!

Hubungan intim dominan-submisif bukan hanya tentang rasa sakit, namun bagaimana perpaduan submisif dan dominan yang kemudian menghasilkan sensasi yang lebih intens dalam hubungan intim dan meningkatkan kenikmatan. Bahkan, hubungan intim yang seperti ini dapat meningkatkan ikatan dan kasih sayang dari pasangan tersebut. Seorang profesor psikiatri dari Emory University di Atlanta mengatakan bahwa hubungan yang semakin intim dapat memicu hormon dopamin dan oksitosin, yang dapat membuat tubuh rileks, tenang, dan bahagia.

Sebelum memulai hubungan intim, sebaiknya katakan kepada pasangan Anda apakah Anda atau dia siap untuk melakukan hubungan ini. Jangan sungkan jika Anda atau pasangan ingin berhenti melakukannya atau ingin melakukan dengan cara lain, karena komunikasi yang baik juga merupakan faktor yang mempengaruhi kenikmatan dalam hubungan intim. Jika sudah sepakat, Anda atau pasangan dapat memulai dengan menggunakan alat yang lunak untuk meningkatkan gairah masing-masing. Selipkan kata-kata nakal yang juga dapat menambah intensitas hubungan intim dan kemudian bersiaplah untuk merasakan pengalaman hubungan intim yang berbeda dari sebelumnya. (fmz/bb)

Comments
Loading...