advertisement

Mabuk Membuat Pria Jadi Susah Orgasme, Kok Bisa?

berikut ini penjelasan berdasarkan hasil sebuah studi yang telah dilakukan

judi

FENOMAGZ – Banyak orang yang mengatakan, bahwa mabuk dapat membuat Anda menjadi lebih mudah untuk bersosialisasi. Menurut sebuah studi yang telah dilakukan mengatakan bahwa orang-orang yang berada di bawah pengaruh alkohol menghabiskan lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan orang di sekitarnya, dan mereka juga lebih mudah tersenyum tulus yang menular ke seisi ruangan. Ini karena alkohol meningkatkan kadar dopamin dalam otak yang bertanggung jawab menggenjot suasana hati.

Baca juga: Mr P Anda Bengkok? Cobalah Posisi Bercinta Ini!

Kemampuan alkohol untuk menyingkirkan ketidakpercayaan diri inilah yang membuat beberapa orang semakin berani flirting dengan lawan jenis. Dari satu gelas bir jadi dua, dua gelas bir jadi satu botol vodka. Tahu-tahu Anda berdua sibuk bermesraan di pojok ruangan seakan dunia hanya milik berdua.

Teorinya, seks spontan di bawah pengaruh minuman keras merupakan konsep bercinta yang menggairahkan. Tak jarang pula Anda sering menjumpai adegan panas ini di sejumlah film romantis. Konsumsi alkohol dalam batas normal dapat menghasilkan gairah seksual dan pengalaman orgasme yang lebih menyenangkan. Tapi dalam praktiknya, pengaruh alkohol akut terhadap performa seks ternyata tidak seindah yang diharapkan.

Banyak orang percaya bahwa efek teler dari mabuk alkohol adalah meningkatkan gairah seksual. Padahal, konsumsi alkohol berlebih adalah penyebab umum dari disfungsi ereksi.

Semakin banyak gelas minuman keras yang Anda tenggak, semakin banyak pula kandungan alkohol dalam darah yang berakhir mengendap di otak. Alkohol menurunkan kadar testosteron. Testosteron rendah sering dikaitkan dengan kurangnya hasrat seks karena otak kesulitan menanggapi rangsangan seksual. Sementara itu, alkohol juga memengaruhi kemampuan penis ereksi dengan memblokir kerja sistem saraf pusat dalam otak yang bertanggung jawab memproduksi gairah dan orgasme, termasuk juga mengatur pernapasan dan peredaran darah.

Satu lagi efek alkohol pada tubuh adalah vasodilatasi, alias melebarkan pembuluh darah. Pelebaran pembuluh darah ini seharusnya memungkinkan lebih banyak volume darah bisa masuk membanjiri penis agar menegang. Ironisnya, di saat yang bersamaan alkohol justru merusak pembuluh darah di penis sehingga menurunkan volume darah yang dipompa, dan malah meningkatkan produksi hormon pemicu disfungsi ereksi angiotensin.

Alkohol juga menguras cairan tubuh. Kombinasi gangguan sistemik metabolisme ini membuat tubuh berjuang keras untuk bisa memamerkan kinerja seksualnya yang paling optimal. Singkatnya, penis Anda akan tetap lembek tak peduli seberapa intens rangsangan seksual yang Anda terimanya.

Jika Anda cukup beruntung mendapatkan ereksi, tak menutup kemungkinan Anda bisa mengalami kesulitan orgasme. Ini berarti penis membutuhkan setidaknya 30 menit atau lebih untuk bisa berejakulasi, tidak peduli seberapa terangsangnya Anda. Beberapa pria bahkan bisa berejakulasi sama sekali. (fmz/bb)

Comments
Loading...