Mengapa Wanita Tidak Dianjurkan Bercinta Saat Hamil Muda? Ini Penjelasannya!

Berikut ini 5 hal yang menyebabkan wanita tidak dianjurkan bercinta saat hamil muda

FENOMAGZ – Bercinta saat hamil umumnya dibolehkan. Apalagi, beberapa dari para wanita juga mungkin mengalami peningkatan gairah seks selama trimester pertama mereka. Selama masa kehamilan berjalan dengan sehat dan normal, wanita bisa berhubungan seks sesering yang mereka suka. Namun lain ceritanya jika dia memiliki satu atau lebih dari kondisi yang tidak memungkinkannya untuk berhubungan seksual.

Baca juga: Apakah Gangguan Psikoseksual Sebaiknya Disembuhkan? Ini Penjelasannya!

Berikut ini 5 hal yang menyebabkan wanita tidak dianjurkan bercinta saat hamil muda:

Pernah keguguran atau aborsi

Bila Anda sekarang sedang hamil, tapi dulu pernah keguguran atau aborsi karena alasan tertentu, Anda dianjurkan untuk tidak berhubungan seks saat hamil muda dan seterusnya sampai kelahiran anak Anda nanti.

Ini bertujuan untuk menghindari keguguran dan risiko lain yang bisa membahayakan kehamilan Anda.

Pasangan Anda punya penyakit kelamin

Calon ibu tidak boleh berhubungan seks jenis apa pun, termasuk seks oral, jika suaminya terdiagnosis positif penyakit kelamin. Hal ini bertujuan untuk menghindari penularan penyakit kelamin kepada Anda yang juga bisa memengaruhi bayi dalam kandungan. Pada beberapa kasus, bayi bisa tertular penyakit kelamin dari ibunya (yang ketularan ayahnya) selama masa persalinan.

Pernah melahirkan prematur

Jika Anda pernah menjalani persalinan prematur untuk kehamilan sebelumnya, dokter sering menyarankan Anda untuk tidak melakukan seks saat hamil muda maupun hamil tua.

Efek rangsangan seksual dan orgasme dikhawatirkan bisa memicu persalinan prematur terulang kembali.

Pernah mengalami perdarahan vagina saat hamil

Anda juga dilarang berhubungan seks saat hamil muda (bahkan bisa sepanjang masa kehamilan) bila pernah mengalami perdarahan vagina semasa hamil, entah kehamilan yang dulu atau saat ini.

Keluarnya flek darah saat hamil muda bisa menandakan terjadinya implantasi embrio, tapi juga bisa menandakan kondisi yang lebih serius seperti vagina, pendarahan subkorionik, hamil di luar kandungan (kehamilan ektopik), atau hamil anggur. Maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk cari tahu penyebab pastinya.

Sedang mengalami infeksi saluran kencing

Infeksi saluran kencing paling rentan menyerang wanita, termasuk wanita hamil. Jika Anda sedang terinfeksi penyakit ini di trimester pertama, jangan berhubungan seks dulu sampai Anda berobat dan benar-benar sembuh.

Peradangan akibat infeksi bisa menyebabkan iritasi yang mungkin bisa menyebabkan sedikit rasa tidak nyaman saat berhubungan seks atau bahkan hingga keluarnya flek darah sehabis berhubungan seks.

Selain itu, karena letak anus dan vagina yang berdekatan, dikhawatirkan saat berhubungan seks akan membuat bakteri dari anus berpindah dan terbawa ke dalam vagina meski Anda dan pasangan tidak melakukan seks anal sekalipun. Hal ini dapat memperparah infeksi yang Anda alami.

Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter kandungan jika Anda memiliki satu atau lebih dari kondisi di atas. Mendapatkan pengobatan dan perawatan yang tepat dapat membantu menjamin keselamatan kehamilan Anda. (fmz/bb)

Comments
Loading...