advertisement

Menurut Studi, Ini Kepribadian Seseorang Menurut Fantasi Seksualnya

Berikut kepribadian seseorang menurut fantasi seksualnya

judi

FENOMAGZ – Hubungan antara tipe kepribadian dengan fantasi seksual seseorang ini diketahui melalui sebuah studi yang melibatkan 4.000 orang Amerika usia 18-87 tahun. Mereka ditanyai tentang fantasi seksual kemudian diminta juga menjawab tipe kepribadian mereka seperti apa.

Baca juga: Memulai Obrolan Nakal Agar Lebih Bergairah

Berikut kepribadian seseorang menurut fantasi seksualnya:

Romantis

Orang-orang yang cenderung berfantasi seks tentang pengalaman seksual yang menenangkan dengan pasangan, penuh cinta dan romantis biasanya orang yang neurotik. Orang-orang dalam kehidupannya kerap merasa cemas dan stres dalam hidupnya.

“Orang-orang neurotis lebih banyak membayangkan fantasi seks yang romantik, mungkin ini karena untuk membuat diri jadi nyaman dan bersantai menikmati hari,” kata Lehmiller.

Mereka juga cenderung tidak berfantasi mengenai seks yang tidak biasa seperti threesome atau mencoba hal baru. Fantasi seks yang seperti itu malah membuat mereka jadi stres.

Beri kesenangan bagi keduanya

Orang-orang yang berfantasi seksual dengan fokus agar dirinya dan pasangan mendapatkan kepuasan cenderung orang yang ramah.

“Fantasi orang-orang ini biasanya melibatkan banyak teman kesenangan. Mereka benar-benar ingin melihat pasangan dan dirinya sama-sama puas,” tutur Lehmiller.

Penuh petualangan

Jika senang memiliki petualangan dan hal-hal baru di kehidupan nyata, saat berfantasi seksual juga. “Mereka ini adalah orang-orang yang terbuka dengan hal-hal baru. Ada banyak fantasi seksual mulai dari hal yang biasa sampai tabu,” katanya.

Hal-hal yang detail

Orang-orang teliti cenderung memiliki fantasi seksual yang juga detail. Misalnya melakukan saat berfantasi, sampai membayangkan melakukannya di mana, dengan aksesoris apa, cara main seperti apa. “Saat di ranjang, mereka juga cenderung bercinta sesuai norma yang ada. Dan, jauh dari aktivitas seks yang dibumbui sedikit kekerasan seperti BDSM,” jelas penulis buku Tell Me What You Want ini. (fmz/bb)

Comments
Loading...