advertisement

Penyakit Menular Karena Seks Bebas

Penyakit kelamin yang paling sering menular lewat seks bebas

judi

Fenomagz – Cinta satu malam (one night stand) adalah istilah kekinian untuk menggambarkan hubungan seks bebas entah dengan orang asing atau orang yang baru dikenal tanpa adanya ikatan hubungan. Tapi lain kali begitu tergoda untuk swipe kanan di aplikasi cari jodoh, ada baiknya untuk Anda pikir seribu kali dulu sebelum terbutakan oleh nafsu. Cinta satu malam dengan orang asing sangat berpotensi untuk membuka gerbang penyebaran sejumlah penyakit menular seksual.

Cinta satu malam erat kaitannya dengan hubungan seks tanpa kondom. Selain itu, pada dasarnya Anda berdua tidak tahu menahu soal detil kondisi kesehatan satu sama lain. Karena jangankan status kesehatan, bahkan nama lengkap, alamat, dan pekerjaan saja mungkin tak pernah menjadi topik obrolan. Selain HIV/AIDS, ada banyak lagi penyakit kelamin yang sering menular lewat hubungan seks bebas. Berikut daftarnya.

Penyakit kelamin yang paling sering menular lewat seks bebas tanpa kondom

1. Klamidia

Klamidia (chlamydia) disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis yang biasanya ditularkan melalui kontak dengan mulut, vagina, penis, atau anus sewaktu hubungan seksual. Klamidia tidak hanya menginfeksi alat kelamin, tapi bisa juga menjangkiti mata dan menyebabkan terjadinya peradangan selamput mata (konjungtivitis) jika cairan vagina atau sperma yang terinfeksi terkena mata.

Infeksi klamidia tercatat telah menginfeksi sekitar 131 juta orang secara global per tahunnya. Angka ini pun hanya perkiraan kasar, karena pada umumnya klamidia tidak menampakkan gejala khas sehingga orang-orang mungkin tidak menyadari mereka telah terjangkit penyakit ini. Kalaupun menampakkan gejala, klamidia sering disalahpahami sebagai penyakit umum lainnya, ditandai dengan nyeri pada alat kelamin dan keputihan atau dan keluarnya cairan dari penis.

Biasanya, ada beberapa gejala lain yang bisa muncul dalam waktu satu hingga tiga minggu dari masa penularan. Jika Anda mendapati beberapa dari gejala berikut, segera konsultasikan ke dokter:

  • Demam
  • Pembengkakan di area vagina atau testis. Terkadang terasa sakit
  • Sakit pada perut bagian bawah
  • Cairan vagina tidak normal
  • Keluar cairan dari penis yang tidak normal
  • Nyeri saat pipis
  • Sakit selama berhubungan seksual
  • Perdarahan setelah berhubungan seks

2. Gonore

Gonore (kencing nanah) adalah penyakit menular seksual yang paling sering terjadi setelah klamidia. Di Amerika Serikat misalnya, terdapat hampir 400 ribu kasus pada tahun 2015 saja. Jumlah ini meningkat 13% dari tahun sebelumnya.

Penyakit ini disebabkan karena bakteri Neisseria gonorrhea yang biasanya berpindah dari satu orang (yang terinfeksi) ke orang lain lewat kontak dengan mulut, vagina, penis, atau anus sewaktu hubungan seksual.

Gonore memiliki tanda dan gejala sebagai berikut:

  • Nyeri atau sensasi panas saat buang air kecil
  • Kencing nanah
  • Sering buang air kecil
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri pada alat kelamin
  • pembengkakan atau kemerahan pada lubang pipis pada laki-laki

3. Sipilis

Sipilis atau raja singa adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini menginfeksi kulit, mulut, alat kelamin serta sistem saraf setelah kontak dengan mulut, vagina, penis, atau anus sewaktu hubungan seksual. Sifilis bisa menyebabkan keruskakan permanen pada otak, sistem saraf serta organ lainnya, termasuk jantung. Jumlah orang yang terserang sifilis memang tidak sebanyak klamidia atau pun gonore, tapi masih termasuk banyak.

Beberapa gejala umum dari sipilis, jika muncul termasuk bisul di kelamin, anus, dan/atau mulut (yang sembuh dalam 5 minggu); dan demam, sakit kepala, nyeri sendi, kehilangan nafsu makan, sakit tenggorokkan, kelenjar limpa pada ketiak, paha atau leher membengkak hingga muncul ruam pada penis, vagina, atau mulut dan telapak tangan serta kaki. Tahap ini bisa bertahan selama bertahun-tahun.

Tapi seperti penyakit menular seksual lainnya, sipilis biasanya tidak memunculkan gejala khas sampai timbul kerusakan pada otak dan jantung dalam kurun waktu 10-40 tahun setelah infeksi pertama. Penularan sipilis bisa dicegah jika dideteksi lebih awal. Segera konsultasikan jika di daerah selangkangan Anda muncul ruam-ruam.

4. Herpes genital

Herpes genital adalah penyakit yang disebabkan oleh virus herpes simpleks 2 (HSV 2). Biasanya ditandai dengan bentol-bentol berair pada alat kelamin. Bahkan, bentol-bentol ini juga bisa menyerang anus atau mulut. Ini bisa terjadi karena seks anal ataupun seks oral. Virus biasanya cepat mati di luar tubuh. Jadi, tidak mungkin Anda bisa tertular karena duduk di toilet atau menggunakan handuk bekas penderita. Di Amerika Serikat, satu dari enam orang berumur antara 14-49 tahun pasti pernah mengalami penyakit ini.

Sama seperti klamidia, sebagian orang yang terserang virus ini tidak mengetahui bahwa mereka sedang terinfeksi karena penderita tidak merasakan gejala atau tanda apapun. Namun ada beberapa gejala dan tanda yang bisa muncul, yaitu:

  • Nyeri atau gatal di area kelamin atau pantat
  • Benjol merah kecil atau bentol berair (lenting)
  • Jika lenting pecah, maka muncul luka
  • Koreng muncul jika luka sudah sembuh
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di lipatan paha, sakit kepala, nyeri otot dan demam

Empat penyakit di atas adalah penyakit yang paling sering menular lewat seks bebas. Namun bukan berarti cuma keempat penyakit ini yang bisa menular lewat seks tanpa kondom. Beberapa penyakit lain yang juga cukup sering menular lewat seks bebas adalah kondiloma akuminata, hepatitis B dan C, HPV.

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah tertular penyakit kelamin dari seks bebas?

Semakin sering Anda bergonta-ganti pasangan, semakin tinggi risiko Anda untuk tertular penyakit menular seksual. Memang, cara paling aman adalah dengan tidak berganti pasangan. Namun bila Anda merasa itu sulit, pastikan Anda melakukan hubungan seksual yang aman dengan menggunakan kondom. Kondom adalah satu-satunya alat kontrasepsi yang dapat mencegah penularan penyakit menular seksual.

Yang perlu dipahami, Anda juga masih berisiko besar untuk terkena penyakit menular seksual meski Anda telah menggunakan kondom, karena kondom bisa robek saat terbawa suasana atau karena cara pemakaiannya yang tidak tepat. Oleh karena itu, pelajari cara yang benar untuk memakai kondom serta alternatif lain untuk mencegah penularan penyakit menular seksual.

Comments
Loading...