advertisement

Rangsangan Seksual Merupakan Mekanisme Pertahanan Diri? Ini Penjelasannya!

ini dia penjelasan mengenai rangsangan seksual

judi

FENOMAGZ – Reaksi gairah dan orgasme selama berhubungan seksual merupakan respon refleks, sesuatu yang tidak dapat dikontrol dan juga tidak berarti bahwa Anda atau pasangan Anda menikmatinya ini adalah soal proteksi.

Baca juga: Ingin Memberitahu Si Dia Kalau Anda Menderita Penyakit Kelamin? Lakukan Cara Ini

Berdasarkan laporan dari dua ilmuwan, Suschinsky dan Lalumiere, dilansir dari Bust, pola rangsangan dari seorang wanita selama serangan seksual, misalnya vagina basah, merupakan mekanisme pertahanan diri otomatis untuk melindungi tubuh dari cedera genital yang bisa diakibatkan dari seks (baik suka-sama-suka atau paksaan), seperti nyeri dan sobek, terlepas dari tingkat antusiasme atau persetujuan dari individu tersebut.

Gairah seksual diproses dalam sistem saraf otonom sistem refleks yang sama yang mendasari kerja detak jantung, pencernaan, dan keringat. Selama rangsangan seksual, satu wilayah dalam otak di belakang mata kiri (lateral orbitofrontal cortex), penanggung jawab nalar logis dan kontrol perilaku, menjadi tidak aktif. Akibatnya, tubuh tidak bisa membedakan mana sentuhan yang mengancam dan mana yang penuh kasih. Di tempat ini pula terletak sistem respon fight-or-flight, sebuah tanggapan fisik yang timbul ketika tubuh merasakan ancaman nyata bagi keselamatannya.

Dalam satu studi yang melibatkan partisipan pria dewasa, kecemasan yang timbul dari sengatan listrik menunjukkan peningkatan respon ereksi terhadap gambar-gambar seksual yang merangsang, mengakibatkan “perpindahan perangsangan”. Artinya, subyek penelitian tidak menikmati sengatan listrik yang mereka terima, tapi tubuh bereaksi terhadap ancaman rasa sakit, yang disalurkan ke gejala fisik.

Dengan kata lain, faktor mental dan fisik dan seksualitas manusia sering berjalan beriringan dan dalam persetujuan tapi tidak selalu. Gairah dan orgasme bisa terjadi selama tindak perkosaan atau kekerasan seksual lainnya. Mungkin jauh lebih sering dari yang kita tahu. Ini bukan tanda rasa bersalah atau kesenangan.

Gairah ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa korban menikmati kekejian tersebut. Ini adalah tanda bahwa tubuh kita bereaksi terhadap ancaman dan bahaya, sama seperti saat bulu kuduk merinding atau jantung yang berdebar kencang saat ketakutan atau dikagetkan. Kita bereaksi. Dan kemudian kita mencoba untuk sembuh. (fmz/bb)

Comments
Loading...