advertisement

Remaja Pengguna Media Sosial Rentan Alami Insomnia dan Gangguan Kecemasan

berikut ini dampak yang akan terjadi pada remaja pengguna media sosial

judi

FENOMAGZ – Untuk menjadi seorang remaja yang kekinian, tentu takkan lengkap hidupnya jika tidak aktif di media sosial. Tapi tahukah Anda kalau Ternyata konsekuensi menjadi seorang netizen yang aktif berkicau di dunia maya tidak hanya sekedar kehilangan followers, tapi juga bisa meningkatkan risiko Anda mengalami insomnia dan gangguan kecemasan?

Baca juga: Cara Menangani Dan Mengobati Parafimosis

Dampak kurang tidur kronis bisa meningkatkan risiko anak remaja mengalami depresi. Pasalnya, masa-masa remaja pada dasarnya adalah periode rentan bagi anak untuk mengembangkan isu-isu kesehatan mental jangka panjang.

Apalagi jika di tambah dengan pemenuhan dorongan kebutuhan untuk selalu online di medsos yang sudah lama terkait dengan penurunan tingkat kepercayaan diri, serta peningkatan risiko gangguan kecemasan dan depresi.

Seringnya penggunaan media sosial di kalangan anak-anak dan remaja juga telah dikaitkan oleh banyak penelitian dengan peningkatan tingkat stres psikologis. Semua faktor ini bisa saling berkaitan memicu atau memperparah depresi pada anak.

Menurut Heather Cleland Woods, kepala penelitian dari University of Glasgow di Skotlandia, meski penggunaan media sosial secara umum berdampak pada kualitas tidur, anak-anak remaja yang suka online larut malam lebih rentan terpengaruh oleh semua risiko kesehatan ini. hal ini terutama lebih mungkin berlaku bagi individu yang sangat berdedikasi tinggi mencurahkan dirinya untuk terlibat di dunia maya secara emosional.

Laporan diatas juga diperkuat dengan temuan dari beberapa studi pendahulunya. Satu studi yang diterbitkan tahun 2015 jurnal Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking menemukan bahwa frekuensi penggunaan media sosial yang terlampau sering pada remaja terkait dengan peningkatan risiko kesehatan mental yang buruk.

Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan American Psychological Association di tahun 2011 menemukan kaitan antara remaja pengguna aktif media sosial dan sifat yang terkait dengan skizofrenia dan depresi. (fmz/bb)

Comments
Loading...