advertisement

Waspada, 4 Cedera Saat Bercinta Ini Dapat Membuat Penis Anda

ini dia cedera yang dapat dapat terjadi saat bercinta

judi

FENOMAGZ – Cedera pada penis yang disengaja biasanya merupakan sebuah hasil dari sebuah pertengkaran atau merupakan karena tindak kekerasan. Jenis-jenis trauma pada penis masih dianggap sebagai keadaan darurat urologi dan biasanya memerlukan sebuah intervensi bedah.

Baca juga: Kenapa Bawang Bombay Dan Bawa Putih Membuat Miss V Jadi Bau Menyengat?

Tujuan dari pengobatan untuk cedera penis adalah untuk memelihara penis, dan juga mengembalikan fungsi ereksi, dan juga kemampuan untuk mengeluarkan air kencing ketika ereksi. Itu karena trauma pada penis mungkin juga akan melibatkan uretra.

Berikut ini 4 jenis cedera yang mungkin terjadi pada penis Anda:

Fraktur penis (penis patah)

Fraktur penis adalah robekan dari corpora cavernosa. Robekan penis relatif jarang terjadi, namun ini dianggap sebagai darurat urologi. Bengkoknya penis secara tiba-tiba dalam keadaan ereksi dapat merobek tunika albuginea, sehingga penis menjadi patah. Salah satu atau kedua corpora mungkin terlibat, dan cedera bersamaan dengan uretra juga dapat terjadi. Trauma uretra lebih sering terjadi ketika kedua corpora cavernosa terluka.

Amputasi atau pemotongan penis

Ini adalah saat sebagian atau seluruh penis dipoting. Biasanya berhubungan dengan insiden akibat kemarahan, cemburu, atau gangguan kejiwaan. Kehilangan darah akut akibat tragedi pemotongan penis ini mungkin cukup besar dan mengancam kehidupan, terutama jika amputasi terjadi saat penis sedang ereksi. Operasi harus segera dilakukan untuk memastikan bagian yang terpotong tetap bisa “hidup”.

Luka tembus

Cedera ini adalah hasil dari terkena senjata balistik, pecahan peluru, atau tusukan ke penis. Luka tembus paling sering terjadi dalam konflik perang dan kurang umum terjadi pada rakyat kebanyakan. Luka tembus dapat melibatkan salah satu atau kedua corpora, uretra, atau jaringan lunak penis.

Cedera jaringan lunak penis

Cedera jaringan lunak pada penis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti infeksi, luka bakar, gigitan manusia atau hewan, dan cedera yang melibatkan mesin. Dalam kasus ini, corpora tidak terlibat. (fmz/bb)

Comments
Loading...