Beranda Sex Life 15 Penyebab Mengejutkan Terjadinya Gagal Orgasme

15 Penyebab Mengejutkan Terjadinya Gagal Orgasme

Fenomagz – Mencapai orgasme mungkin menjadi tujuan beberapa pasangan. Namun faktanya, tidak semua wanita mudah dalam mencapainya. Klinik Cleveland melaporkan, hanya 10% wanita yang mampu mencapai orgasme dengan mudah. Sedangkan 90% lainnya merasa kesulitan orgasme karena beberapa hal.

Namun, hanya karena terasa sulit, bukan berarti Anda harus menyerah. Berikut ini merupakan 15 fakta mengejutkan dari beberapa alasan wanita dalam mencapai orgasme.

1. Cemas

Salah seorang psikiater asal New York, Grant Hilari Brenner mengungkapkan bahwa rasa cemas memang menghalangi dalam pencapaian orgasme. Jika Anda merasa cemas merupakan salah satu penyebabnya, konsultasikan dengan dokter.

2. Otot tidak tegang

Beberapa pasangan mungkin meminta untuk melakukannya dengan santai. Namun salah satu ahli terapi seks, Louanne Cole Weston mengungkapkan bahwa ketegangan otot dibutuhkan untuk mencapai orgasme. Weston juga menyarankan untuk menegangkan otot panggul seperti senam kegel.

3. Kurang pelumas

Pelumas membuat organ genital wanita (dan pria) menjadi lebih sentif dan erotis, sehingga membantu wanita mencapai orgasme, tulis Michael Castleman – penulis Great Sex. Pelumas dapat dibeli di apotek dan konsultasikan dengan dokter mengenai pelumas yang aman untuk digunakan.

4. Terlalu banyak stimulasi

Video pornografi mungkin menjadi panduan bagi beberapa pasangan. Konsepnya, semakin kuat dan cepat semakin mudah mencapai orgasme. Namun, hal yang perlu diperhatikan disini adalah mengenai sistem saraf wanita. Kebanyakan wanita lebih mudah orgasme dengan pendekatan lebih lembut.

5. Belum mencoba sex toys

Beberapa wanita mungkin tidak nyaman menggunakannya, namun sex toy ini sangat membantu dalam pengalaman orgasme. Berdasarkan penelitian dari The Journal of Sex and Marital Therapy, hampir 40% wanita memerlukan stimulasi klitoris untuk mencapai orgasme.

Faktanya, Castleman mengungkapkan, beberapa wanita membutuhkan sensasi yang lebih kuat yang hanya dapat diberikan oleh vibrator. Cobalah memulai dari yang terkecil seperti ‘bullet vibrator‘ dan ikuti petunjuk penggunaanya.

6. Tidak masturbasi

Kemampuan wanita dalam berimajinasi saat masturbasi dapat membantunya dalam menemukan spot sentuhan yang mempermudah dalam pencapaian orgasme. Jenny Block, penulis O Wow: Discovering Your Ultimate Orgasm mengungkapkan bahwa wanita memerlukan setidaknya beberapa kali dalam seminggu untuk masturbasi.

7. Tidak terbuka terhadap pasangan

Anda tidak bisa membaca pikiran, begitupun dengan pasangan Anda. Jadi diam tidak membantu Anda mencapai klimaks. Ditambah, gerakan atau posisi yang membuat salah satu puas, belum tentu memuaskan pasangannya. Ungkapkan pada pasangan dimana Anda ingin disentuh, atau pindahkan tangan pasangan langsung.

8. Belum berkemih sebelum melakukan seks

Setiap orang paham untuk kencing setelah seks agar terhindar dari infeksi saluran kemih. Tapi ada baiknya juga jika dilakukan sebelum melakukan seks, karena dapat mengganggu saat mencapai klimaks. Jika masih belum bisa, Dr. Van Kirk – ahli terapi seks – menganjurkan meredupkan lampu atau nyalakan lilin, dan biarkan pasangan masturbasi selagi Anda ke toilet.

9. Efek samping dari obat-obatan

Obat yang memiliki efek samping terhadap prolaktin – biasanya mengurangi libido – bisa menjadi pelakunya. Biasanya obat untuk hipertensi, pil kontrasepsi, dan antidepresan menjadi pemicunya. Antihistamin juga mengganggu lubrikasi yang membuat nyaman saat berhubungan. Solusinya, gunakan pelumas tambahan atau mengganti obat jika memungkinkan.

10. Duduk terlalu lama

Duduk terlalu lama di kantor memang akan membahagiakan pimpinan, namun tidak membahagiakan otot panggul Anda. Lakukan perengangan setiap setengah jam sekali agar otot panggul tidak kaku.

11. Takut hilang kontrol

Mungkin karena terbiasa mengontrol segala hal dalam kehidupan, sehingga terlalu takut jika hilang kontrol di atas kasur. Saat mendapat sensasinya, tarik nafas perlahan dan berulang dan biarkan tubuh yang berbicara. Mungkin juga Anda perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai ini.

12. Tidak bersuara

Bersuara saat terangsang, baik itu mendesah, atau mengungkapkan ‘di sana’, atau teriak ‘ya!’ dapat membantu orgasme lebih bertahan lama, lebih kuat, dan lebih sering.

13. Kadar oksitosin terlalu rendah

Hormon oksitosin juga berhubungan dengan orgasme. Stres bisa menjadi pengahambatnya. Sering bersama dengan pasangan akan meningkatkan kadar oksitosin dalam tubuh, juga peneliti percaya bahwa memeluk hewan juga meningkatkan kadar oksitosin.

14. Pengguna High Heels

Eden Fromberg, D.O., pendiri Holistic Gynecology New York mengungkapkan bahwa tidak hanya membuat kaki sakit, high heels yang terlalu tinggi juga memberikan dampak terhadap otot psoas yang terhubung dengan otot dan saraf pada panggul, genital dan sebagainya yang tentunya akan mengganggu orgasme. Hindari menggunakan high heels saat bepergian.

15. Kurang minum

Dr. Fromberg mengungkapkan bahwa minum air putih menjadi kunci masalah kesehatan sehari hari, seperti sakit kepala, konstipasi dan juga dalam mencapai klimaks di atas kasur.