advertisement

3 Bahaya yang Diterima Jika Pakai Minyak Lintah Saat Berhubungan Intim

Berikut ini 3 bahaya jika memakai minyak lintah

judi

FENOMAGZ – Bagi para pria yang punya masalah saat berhubungan intim, Anda mungkin tergoda untuk mencari solusi alternatif yang saat ini ditawarkan melalui toko-toko online. Mulai dari obat, suplemen, hingga berbagai jenis minyak yang bisa Anda coba untuk mengembalikan kejantanan pria dan membesarkan penis.

Jika Anda nekat menggunakan minyak lintah untuk menambah vitalitas seksual, perlu diperhatikan bahwa ada beberapa risiko yang telah dilaporkan terkait penggunaan minya ini.

Baca juga: 4 Ciri Dan Karakteristik Penis Yang Sehat

Berikut ini 3 bahaya jika memakai minyak lintah:

Iritasi dan alergi

Kulit Anda mungkin saja alergi terhadap minyak dari lintah dan bahan-bahan kimia keras yang dicampurkan untuk mengawetkan serta menjaga kestabilan minyak. Pasalnya, kulit di sekitar organ intim pasangan Anda bersifat lebih sensitif di bandingkan kulit pada tubuh bagian lainnya seperti lengan.

Alergi mungkin di tunjukkan dengan gejala berupa iritasi, gatal, rasa perih atau panas, dan penis jadi kemerahan. Jika di biarkan saja, Anda bisa mengalami infeksi atau penyakit kulit tertentu.

Infeksi bakteri atau virus pada penis

Kebanyakan produk minyak dari lintah ini belum diatur secara resmi oleh BPOM. Akibatnya, Anda pun main untung-untungan. Jika Anda kurang beruntung, produk yang Anda beli mungkin tidak di olah secara higenis. Risikonya adalah dalam minyak tersebut terdapat berbagai jenis bakteri atau virus yang akan berpindah pada penis. Hal ini bisa menyebabkan infeksi bakteri atau virus pada penis.

Infeksi bakteri dan ragina pada vagina

Selain berisiko bagi pria, ternyata minyak ini juga bahaya bagi wanita. Pasalnya, jika Anda mengoleskan minyak lintah pada penis sebelum bercinta, vagina pasangan mungkin akan ikut terpapar minyak tersebut. Minyak ini memiliki struktur dan sifat yang sangat berbeda dari cairan alami vagina. Maka, minyak ini akan mengacaukan keseimbangan kadar pH atau keasaman pada vagina. Jika keasaman berkurang, bakteri jahat, jamur, serta ragi jadi lebih mudah berkembang biak dan menyebabkan infeksi bakteri dan infeksi ragi vagina. (fmz/bb)

Comments
Loading...