advertisement

3 Mitos Kecanduan Seks Menurut Mantan Pecandu Seks

Berikut ini mitos kecanduan seks menurut pecandu seks

Judi

judi

judi

FENOMAGZ – Erica Garza, mantan pecandu seks berhasil sembuh dari kecanduan seks yang dialaminya. Dalam memoarnya, Erica menulis, saat berusia 12 tahun, masturbasi menjadi pelarian dirinya.

Baca juga: Ini Dia Alasan Mengapa Berhubungan Seks Di Pagi Hari Itu Baik!

Ia merasa terintimidasi dari teman-teman, terisolasi dari keluarga, dan berkali-kali gagal menjalin hubungan dengan pria yang dicintainya. Selama bertahun-tahun, ia menggunakan seks dan pornografi untuk menghindari perasaan yang menyakitkan.

Berikut ini mitos kecanduan seks menurut pecandu seks:

Semua pecandu seks pernah alami pelecehan seksual

Sejak kecanduan seks di usia 12 tahun, Erica terkena skoliosis dan harus mengenakan penjepit belakang, yang membuatnya merasa seperti orang buangan di antara teman-temannya. T

Tidak semua pecandu seks punya riwayat pelecehan seksual. Menurutnya, tiap orang punya trauma di masa lalu. Trauma itulah yang bisa membuat seseorang kecanduan seks. Namun trauma itu sendiri, tidak harus selalu berhubungan dengan seks.

“Aku ingin menunjukkan, kecanduan seks bisa terjadi pada siapa saja. Bahkan dalam kondisi normal dan stabil,” ujar Erica.

Semua pecandu seks adalah pria

Tidak semua pria pecandu seks. Menurut Erica, banyak wanita yang juga adalah pecandu seks, tapi mereka takut membuka dirinya tentang kecanduan seks.

Ini karena mereka adalah wanita. Ada perasaan akan dipermalukan bila ketahuan kecanduan seks.

Jika Anda lebih sering bercinta, maka Anda pecandu seks

Anda tidak bisa menilai kecanduan seks dari seberapa sering seseorang berhubungan seks, menonton film porno, atau masturbasi.

“Dulu aku menggunakannya (masturbasi) untuk melarikan diri dari masalah atau menjaga jarak dari orang lain karena aku sangat takut dengan keintiman,” tambah Erica. (fmz/bb)

Comments
Loading...