advertisement

5 Masalah Umum yang Mempengaruhi Kehidupan Seks Setelah Stroke

Berikut ini 5 masalah umum yang mempengaruhi kehidupan seks setelah stroke

Judi

judi

judi

FENOMAGZ – Stroke hampir tidak pernah menjadi penyebab langsung dari terjadinya disfungsi seksual. Justru, tampaknya ada waktu adaptasi setelah stroke di mana akan menyebabkan kehidupan seks Anda jadi tertunda.  Sebuah Studi menunjukkan bahwa ini adalah tahap sementara. Misalnya, salah satu hasil studi menemukan bahwa 80% dari pria yang melaporkan disfungsi ereksi setelah stroke, akan kembali dapat berfungsi normal secara tiba-tiba beberapa bulan kemudian.

Baca juga: Benarkah Kedelai Dapat Menurunkan Kesuburan Pria? Ini Penjelasannya!

Berikut ini 5 masalah umum yang mempengaruhi kehidupan seks setelah stroke:

Takut terjadi stroke lagi

Banyak orang percaya bahwa setelah seseorang menderita stroke, gairah akan aktivitas seksual dapat menyebabkan stroke lainnya. Namun jangan khawatir, ini jarang terjadi. Dalam kesempatan langka, pasien dengan penyakit jantung stadium lanjut, mungkin diminta oleh dokter untuk meminimalkan tekanan fisik pada jantung (termasuk dari seks) untuk mencegah serangan jantung. Aktivitas seksual yang terbatas juga dianjurkan ketika seseorang hendak menjalani operasi untuk memperbaiki aneurisma besar, atau pecah pembuluh darah. Hal ini dilakukan untuk menghindari seks agar tidak menyebabkan peningkatan tekanan darah yang mungkin dapat menyebabkan pembuluh darah pecah dan berdarah. Selain dari kasus-kasus ini, hampir tidak pernah ada alasan medis yang jelas untuk tidak melakukan seks.

Penurunan libido

Penurunan libido setelah stroke merupakan hal lumrah akibat beberapa faktor psikologis, termasuk percaya diri yang rendah, ketidakpastian tentang masa depan hubungan, sibuk dengan masalah keuangan, dan kesulitan menerima hidup baru yang kini menjadi cacat. Atau, penurunan libido dapat disebabkan oleh beberapa obat termasuk antidepresan, dan obat-obatan tekanan darah tinggi (misalnya, beta-blocker).

Kelumpuhan

Stroke dapat mempengaruhi area otak yang mengontrol gerakan lengan dan kaki, sehingga mencegah pasangan mencapai posisi seksual yang paling mereka nikmati. Tentu saja beberapa orang lebih terpengaruh dengan hal ini daripada yang lainnya, tergantung pada tingkat kerusakan otak yang disebabkan oleh stroke, dan kemampuan seksual dari pasangan sebelum terkena stroke.

Depresi

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa depresi menghambat seks setelah stroke dengan mempengaruhi baik penderita stroke, maupun pasangannya. Namun terdapat pertanyaan, apakah memang depresi itu sendiri yang menghambat hubungan seks, atau apakah karena beberapa pasien stroke yang menderita depresi diresepkan obat antidepresan yang salah satu efek sampingnya memang adalah penurunan libido?

Kerusakan daerah otak yang mengatur skes

Sebagaimana dinyatakan di atas, stroke jarang menjadi penyebab langsung dari disfungsi seksual. Namun, beberapa stroke dapat mempengaruhi sensasi pada daerah kelamin, yang menyebabkan seseorang merasa mati rasa di sekitar alat kelamin mereka. Tentu saja, salah satu dari kasus-kasus ini akan membuat seks menjadi sulit. Stroke yang mempengaruhi hipotalamus, daerah otak yang mengontrol hormon seksual, juga dapat mempengaruhi gairah seksual seseorang. Dalam beberapa kasus langka, stroke juga dapat menyebabkan peningkatan seksualitas, atau perilaku seksual yang tidak biasa. (fmz/bb)

Comments
Loading...