9 Masalah Terjadinya Jumlah Sperma Terjun Bebas

kata dokter fertilitas dari Create Fertility Centre Toronto Ari Baratz

Fenomagz – Berdasarkan sebuah studi dari Hebrew Universiry of Jerusalem, jumlah sperma laki-laki Eropa telah menurun hingga 50 persen dalam jangka waktu 40 tahun. Para peneliti tidak dapat mengetahui penyebab pasti tetapi gaya hidup tertentu memberikan dampak besar dalam hal tersebut.

Kabar baiknya, penurunan tersebut tidak bersifat permanen. “Produksi sperma umumnya membutuhkan waktu 60 hingga 90 hari” kata dokter fertilitas dari Create Fertility Centre Toronto Ari Baratz.

Itu artinya efek dari gaya hidup yang buruk dapat diperbaiki dalam dua atau tiga bulan. Bagi Anda yang tengah menjalani program memiliki buah hati cek perilaku yang dapat memengaruhi kualitas sperma.

1. Jarang ejakulasi

Laki-laki harus ‘menyimpan’ sperma adalah sebuah miskonsepsi. Ahli kesehatan menyarankan laki-laki untuk berejakulasi sekali atau dua kali seminggu agar kualitas sperma optimal. Tidak harus berhubungan seksual, bisa juga dengan masturbasi.

2. Terlalu banyak minum kopi

Penelitian menunjukkan konsumsi kopi secara moderat tidak memiliki dampak negatif. Namun, konsumsi yang aman ialah 2 cangkir kopi.

Sebuah studi tahun 2017 dalam Nutrition Journal menemukan bahwa laki-laki yang minum kopi lebih dari empat gelas sehari memiliki tingkat proporsi sperma berbentuk abnormal lebih tinggi.

3. Menaruh Laptop di Pangkuan

Paparan terhadap panas dapat mempengaruhi produksi sperma. Sauna dan sejenisnya dapat menyebabkan hal ini. Namun, laptop adalah sumber panas paling umum yang menyebabkan hal ini. Penggunaan sesekali tidak menjadi masalah tapi bekerja seharian dengan laptop dipangkuan dapat mempengaruhi sperma.

Lebih baik tempatkan laptop menggunakan bantal atau meja. Pekerjaan yang melibatkan panas seperti koki dalam dapur yang panas atau pemadan kebakaran dengan seragamnya juga dapat memberikan efek negatif dalam tingkat sperma.

4. Merokok

Merokok tembakau atau ganja dapat menurunkan kemampuan produksi dan kualitas sperma. Sebuah studi dalam Postgraduate Medical Journal menemukan bahwa merokok dapat menurunkan sperma sebanyak 17,5 persen.

Studi lain tahun 2015 dari American Journal of Epidemiology menemukan bahwa merokok marijuana lebih dari sekali seminggu menurunkan 28 persen konsentrasi sperma. Berhenti merokok dapat memperbaiki sperma kembali dalam beberapa bulan.

5. Stres

Sulit untuk mengukur efek dari stres tetapi laki-laki disarankan untuk menurunkan tingkat stresnya. Para peneliti Columbia University’s Mailman School of Public Health menemukan bahwa laki-laki yang sedang stres lebih mungkin memiliki konsentrasi sperma lebih rendah.

Stres memicu hormon glucocorticoid yang memiliki dampak negatif terhadap produksi testosteron dan sperma. Para ahli menyarankan untuk melakukan aktivitas menenangkan seperti pijat, yoga atau akupunktur.

6. Gemuk

Para peneliti University of Southern Denmark menemukan bahwa indeks massa tubuh laki-laki meningkat maka spermanya akan menurun. Diet dengan buah dan sayuran di dalamnya dapat membantu menurunkan berat badan sekaligus memperbaiki sperma. Kandungan vitamin dalam buah dan sayuran seperti vitamin C, vitamin E, selenium dan zat besi dapat meningkatkan kualitas sperma.

7. Celana terlalu ketat

Pakaian dalam atau pakaian lainnya yang terlalu ketat pada bagian selangkangan tidak disarankan. Saat pakaian terlalu ketat, testikel tidak bisa mengatur suhu yang tepat untuk memproduksi sperma dengan baik.

8. Sering Minum Alkohol

Saat dikonsumsi dalam dosis tinggi, alkohol dapat memberikan dampak terhadap produksi sperma. Namun, konsumsi moderate dari red wine yakni kurang dari 14 gelas per minggu dan tidak lebih dari dua atau tiga kali sekali konsumsi dapat memiliki efek yang baik terhadap sperma. Antioksidan dalam red wine dapat membantu menurunkan paparan sperma terhadap radikal bebas yang dapat menghancurkan sel dan DNA.

9. Kurang asam folat

Para peneliti University of California menemukan bahwa laki-laki yang mengknsumsi asam folat lebih tinggi dari yang disarankan per hari memiliki sperma abnormal lebih jarang. Penelitian juga mengatakan bahwa asam folat juga akan mempengaruhi kesehatan generasi selanjutnya.

Anda bisa mendapatkan makanan kaya asam folat seperti dari sayuran hijau, buah bit, melon dan pisang.

Comments
Loading...