9 Proses yang Menyebabkan Penis Bisa Ereksi

berikut ini 9 proses mengapa penis bisa ereksi meski tidak memiliki tulang

FENOMAGZ – Proses terjadinya ereksi memang terlihat mudah, cukup dengan memicu gairah seksual, tunggu beberapa menit atau bahkan detik, lalu penis pun ‘tegak’. Namun proses di balik itu semua ternyata cukup panjang, Inilah alasan penis bisa ‘tegak’ walaupun tidak ada tulang di dalamnya, berikut ini penjelasannya:

advertisement

Baca juga: 7 Cara Melakukan Masturbasi Yang Sehat Dan Benar
  1. Laki-laki mendapat stimulasi secara seksual – bisa berupa sentuhan, ingatan yang memicu gairah seksual, fantasi, bahkan suara – lalu hormon, otot, saraf dan pembuluh darah akan bekerja sehingga ereksi pun terjadi.
  2. Bagian otak yang disebut para-ventricular nucleus akan mengirim sinyal lebih akibat rangsangan yang diperoleh.
  3. Sinyal-sinyal ini akan dibawa ke susum tulang belakang dengan melewati saraf otonomik khusus, lalu ke saraf panggul, cavernous nerves, yang mengalir melalui kelenjar prostat untuk mencapai corpora cavernosa dan arteri untuk mengisinya dengan darah.
  4. Setelah mendapat sinyal, serat otot di corpora cavernosa menjadi tenang sebagai respon dari rangsangan yang diterima, sehingga darah pun dapat mengisi ruang-ruang di dalam corpora cavernosa.
  5. Terjadi peningkatan sekitar delapan kali lipat dalam aliran darah ke penis. Peningkatan ini mempengaruhi pelebaran ruang sinusoidal pada corpora, dan meregangkan bagian sekitarnya (tunica – serat yang menyelubungi corpora cavernosa penis).
  6. Ketika tunika meregang, menutup urat yang membawa pembuluh darah ke corpora cavernosa. Akhirnya darah terperangkap di dalam penis. Semakin lama, tekanannya semakin meningkat sehingga terjadilah ereksi pada penis.
  7. Otot-otot di dasar panggul berkontraksi di sekitar corpora cavernosa ketika ereksi berlangsung, sehingga tekanan darah meningkat dua kali di dalam sirkulasi utamanya.
  8. Sampai pada klimaks, terdapat dua hal yang dapat memicu orgasme dan kontraksi serat otot di corpora cavernosa serta arteri yang menyuplainya. Pertama, ketika orgasme, sinyal dari otak berubah drastis. Lalu, adanya peningkatan produksi noradrenaline dari saraf alat genital. Ini menyebabkan penurunan aliran darah pada penis.
  9. Penurunan tekanan pun terjadi di dalam corpora, yang mana juga merelaksasi bagian tunica, sehingga darah tidak terjebak lagi dan keluar dari penis. Penis menjadi ‘lembek’ kembali. (fmz/bb)

advertisement

Comments
Loading...