advertisement

Antioksidan Bisa Meningkatkan Kesuburan Pria

Berikut ini efek antioksidan untuk kesuburan pria

judi

FENOMAGZ – Antioksidan merupakan senyawa yang dapat melindungi kerusakan sel akibat radikal bebas. Sehingga, antioksidan juga dapat melindungi Anda dari berbagai penyakit. Tapi, ternyata tidak hanya itu, antioksidan juga dikaitkan dengan kesuburan. Apa efek antioksidan untuk kesuburan? Apakah benar antioksidan dapat meningkatkan kesuburan pria maupun wanita?

Baca juga: Hindari 4 Kesalahan Saat Bercinta Yang Akan Anda Sesali

Antioksidan bekerja dengan cara menghilangkan oksigen reaktif, di mana senyawa ini dihasilkan secara alami oleh tubuh. Oksigen reaktif dalam jumlah tinggi dalam tubuh (biasanya dihasilkan saat tubuh stres) disebut dengan stres oksidatif. Stres oktidatif ini dapat merusak sel-sel, termasuk sel yang membangun telur (ovum) dan sperma. Dengan menekan jumlah senyawa berbahaya tersebut, antioksidan dapat menunda proses penuaan dan meningkatkan kesehatan, termasuk kesehatan sistem reproduksi.

Karena antioksidan dapat melindungi seluruh sel dalam tubuh dari kerusakan, antioksidan banyak dihubungkan dengan kesuburan.

Berikut ini efek antioksidan untuk kesuburan pria:

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh The Cochrane Collaboration tahun 2011 menunjukkan bahwa antioksidan dapat meningkatkan kesuburan pria. Pria yang mengkonsumsi suplemen antioksidan terbukti dapat meningkatkan peluang pasangannya untuk hamil sampai melahirkan. Penelitian dari University of Auckland pun menunjukkan bahwa pasangan pria yang mengkonsumsi antioksidan memiliki kemungkinan lebih besar untuk bisa membuat wanitanya hamil.

Penelitian lain pun mencari tahu bagaimana peran antioksidan untuk kesuburan pria. Antioksidan dapat melindungi sperma dari oksigen reaktif. Kelebihan oksigen reaktif dalam tubuh dapat merusak struktur DNA, menurunkan jumlah sperma, menghambat pergerakan sperma. Sehingga, hal ini dapat menyebabkan masalah kesuburan atau gangguan perkembangan embrio.

Untuk itu, status antioksidan total dalam tubuh harus terjaga agar dapat melindungi sel sperma dari kerusakan. Kekurangan antioksidan dari vitamin A, vitamin E, vitamin C, vitamin B kompleks, glutathione, asam pantotenat, koenzim Q10, karnitin, seng, selenium, dan tembaga, dapat menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas sperma pria. (fmz/bb)

Comments
Loading...