advertisement

Apa Risikonya Jika Berhubungan Seks Di Usia Terlalu Muda? Ini Penjelasannya!

berikut ini risiko jika berhubungan seks di usia terlalu muda

judi

FENOMAGZ – Di saat anak mulai menginjak usia sekolah menengah, para orangtua mulai menyadari bahwa “malaikat kecil” mereka kini bukanlah anak kecil lagi. Namun, mereka juga belum cukup umur untuk digolongkan sebagai remaja. Terlepas dari itu, banyak pula anak ABG yang mulai mencicipi perannya sebagai orang dewasa; memakai make-up, berjam-jam duduk di depan layar komputer sibuk bermain Facebook, dan tak peduli keberatan dari orangtua, mulai berpacaran.

Baca juga: Apa Saja Penyebab Dan Gejala Terjadinya Inverted Nipple?

Satu pertanyaan besar terpatri dengan jelas di dalam benak kebanyakan orangtua ketika anak-anak mereka mulai asyik berkencan: Apakah mereka berhubungan seks? Pada dasarnya, di Indonesia, usia minimal seseorang boleh terlibat dalam hubungan seksual adalah 16 tahun.

Tapi, memiliki hubungan pacaran yang stabil di usia sangat muda meningkatkan risiko hubungan seks di usia dini, seperti halnya memiliki teman-teman di kelas yang lebih tinggi, sering mengunjungi situs jejaring sosial, dan menghabiskan sedikit waktu dengan teman-teman sebaya. Peningkatan risiko ini dapat dijelaskan setidaknya sebagian, oleh kerentanan anak-anak ABG terhadap tekanan sosial di lingkungan pergaulan dan identitas diri serta nilai dan norma personal yang masih terbentuk.

Bahkan jika anak Anda tidak aktif secara seksual, risiko penyalahgunaan zat dan masalah perilaku lainnya bisa meningkat apabila banyak dari teman-temannya yang berhubungan seks.

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa seks di usia terlalu muda bisa membawa efek negatif yang menetap hingga dewasa, kemungkinan besar karena aktivitas terjadi ketika sistem saraf masih berkembang. Kekhawatiran ini tidak hanya berfokus pada aktivitas seks anak yang terlalu dini, tetapi juga bahwa anak-anak ABG ini lebih mungkin daripada orang lain untuk terlibat dalam pola perilaku seksual berisiko yang diketahui terkait dengan sejumlah hasil negatif, terutama untuk anak perempuan, mulai dari risiko tinggi kehamilan yang tidak diinginkan, tertular HIV atau penyakit menular seksual (PMS), dan dampak psikologis negatif lainnya. (fmz/bb)

Comments
Loading...