Apakah Pria yang Tidak Disunat Lebih Berisiko Tertular HIV?

berikut ini penjelasan bagaimana pria yang tidak disunat berisiko tertular HIV

FENOMAGZ – Sunat biasanya memang tidak di wajibkan secara medis, namun dapat dilakukan untuk berbagai alasan dari tradisi budaya, keyakinan agama, hingga untuk menjaga kebersihan diri. Menariknya, beberapa negara seperti di Afrika juga menggalakkan sunat dewasa sebagai program Pencegahan HIV.

Baca juga: Hal-Hal Yang Dapat Menyebabkan Payudara Pasangan Anda Mengendur

Memiliki kulup adalah faktor risiko nomor satu untuk infeksi HIV pada pria heteroseksual. Pria yang tidak di sunat berisiko terinfeksi HIV sampai 2-8 kali lipat lebih tinggi daripada laki-laki yang sudah disunat.

Virus HIV itu sendiri dapat menyebar lewat penetrasi seks tanpa kondom. Ketika penetrasi terjadi tanpa kondom (penis masuk vagina atau penis masuk anus), maka akan ada gesekan langsung antara kulit penis dan dinding vagina (atau anus). Gesekan ini rentan menyebabkan luka lecet.

Luka ini dapat menjadi jalur masuk bagi virus dan bakteri penyebab penyakit, yang berasal dari air mani atau cairan vagina partner seks Anda yang terinfeksi oleh penyakit itu.

Tak hanya itu. Ketika seseorang pria tidak disunat, uap air dapat terjebak antara penis dan kulit kulupnya, sehingga menciptakan lingkungan yang ideal bagi patogen penyebab penyakit untuk berkembang biak. Terlebih, ada beberapa masalah lain yang terkait dengan kulit kulup penis yang tidak disunat, seperti sulit di tarik kembali atau bahkan macet atau keset, juga dapat menimbulkan luka sekaligus menjebak virus dan bakteri di sekitarnya.

Pria yang tidak disunat juga lebih mungkin untuk menularkan setiap infeksi yang mereka miliki, termasuk infeksi ragi, infeksi saluran kencing (ISK), dan penyakit kelamin (terutama HPV dan HIV), misalnya herpes genital, bisul genital, chancroid, dan sifilis pada pasangan seksnya.

Penis yang tidak disunat bahkan juga bisa membuat pasangan wanita Anda memiliki risiko penyakit kelamin hingga lima kali lebih tinggi, termasuk herpes genital, trichomonas vaginalis, bacterial vaginosis, HPV menular seksual (yang menyebabkan kanker serviks), dan mungkin klamidia, daripada wanita yang berhubungan seks dengan pria yang sudah disunat. (fmz/bb)

Comments
Loading...