Benarkah Merangsang Klitoris Memicu Orgasme Wanita?

berikut penjelasan menurut peneliti mengenai klitoris yang dapat memicu orgasme wanita

FENOMAGZ – Orgasme merupakan puncak gairah, sehingga pasangan yang melakukan hubungan seks pasti ingin mendapatkannya. Ciri dari orgasme adalah otot-otot kaki mengalami kontraksi, otot-otot di rahim mengalami kontraksi, dan rahim juga mengalami kontraksi. Saat terjadi orgasme, tubuh akan menghasilkan hormon cinta atau oksitosin, dan hormon ini baik untuk tubuh. Manfaat lain yang bisa Anda dapatkan dari orgasme adalah ikatan Anda dan pasangan menjadi semakin kuat.

Baca juga: Apa Itu Ejakulasi Retrogade (Ejakulasi Terbalik)? Ini Penjelasannya!

Para peneliti menemukan perempuan yang didiagnosis anorgasmia (ketidakmampuan orgasme bahkan setelah dirangsang) disebabkan karena adanya jarak yang besar antara klitoris dan mulut vagina. Kira-kira jaraknya antara lima sampai enam centimeter. Menurut dr. Susan Oakley, rekan penulis penelitian dan OBGYN di Good Samaritan Hospital, Cincinnati, Ohio, yang dikutip Medical Daily, klitoris yang besar memiliki lebih banyak ujung saraf. Sehingga sering kali harus ada kontak dan rangsangan langsung pada klitoris untuk mendapatkan sensasi yang memicu orgasme.

advertisement

Namun, klitoris tidak selalu berperan dalam tercapainya orgasme wanita, berdasarkan kuisioner yang dibagikan pada beberapa perempuan, faktor lainnya yang mempengaruhi orgasme adalah kehidupan seks, kepercayaan diri atas tubuhnya, dan seberapa besar gairah seksualnya. Tapi, para peneliti lebih suka menghubungkan orgasme perempuan dengan posisi seks.

Posisi misionaris ternyata mempengaruhi perempuan sulit orgasme. Kebanyakan perempuan mendapat orgasme saat melakukan posisi seks wanita-di atas-pria (woman on top). Posisi ini memungkinkan klitoris perempuan mendapat rangsangan lebih. Selain jarak yang jauh antara klitoris dan mulut vagina, ternyata ukuran klitoris yang kecil juga dapat membuat perempuan sulit mencapai kepuasaan.

Di sinilah perlu rangsangan yang lebih dekat juga. Rasanya jika mendengar pernyataan ini, klitoris menjadi faktor penting atas terjadinya orgasme. Bahkan masih menurut Oakley, menyebutkan tidak ada yang namanya G-spot, yang ada hanyalah titik sensitif klitoris. (fmz/bb)

advertisement

Comments
Loading...