Fenomagz
Unleash the Wild Side

Berhenti Lakukan Hubungan Seksual, Baik atau Buruk?

dampak positif dan negatif saat seseorang berhenti melakukan hubungan seksual

0

FENOMAGZ – Banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang mengurangi identitas hubungan seksual, atau bahkan benar-benar berhenti melakukannya. Secara kesehatan, bahayakan jika menghentikan hubungan seksual bagi pasangan suami istri?

Terdapat beberapa hal positif dan negatif yang akan terjadi saat seseorang berhenti melakukan hubungan seksual.

Merasa lebih mudah cemas

Salah satu manfaat bercinta adalah dapat membantu seseorang merasa lebih rileks. Peneliti asal skotlandia menemukan orang-orang yang tidak berhubungan seks merasa kesulitan saat berbicara di depan umum, di bandingkan dengan mereka yang melakukan hubungan intim setidaknya sekali dalam 2 minggu. Selama bercinta, otak melepaskan hormon endorfin dan oksitosin yang mampu memberikan perasaan senang.

Baca juga: 4 Tempat Wisata Di Kuningan Yang Akan Membuat Anda Ingin Kembali

Meningkatkan risiko kanker prostat

Pria yang berhenti melakukan hubungan seksual berisiko mengalami masalah prostat. Sebuah studi yang di presentasikan pada American Urological Associaton menemukan pria yang rutin bercinta mendapatkan penurunan risiko kanker prostat sebanyak 20 persen. Alasannya, sering ejakulasi dapat menghilangkan zat yang berpotensi berbahaya terhadap prostat.

Menurunkan risiko infeksi saluran urine

Hampir 80 persen kasus infeksi saluran kencing terjadi kurang 24 jam setelah bercinta. Selama berhubungan seks, bakteri di vagina menyebar ke uretra dan menyebabkan infeksi. Saat berhenti melakukan hubungan seksual, resiko ini berkurang. Selain itu, berhenti bercinta bisa mengurangi risiko nyeri saat buang air kecil. Ini merupakan keuntungan berhenti melakukan hubungan seksual.

Baca juga:   Ini Tanda Mr. p Kamu di Jamin Sehat

Meningkatkan risiko disfungsi ereksi

Pria yang jarang berhubungan seks dua kali lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi di bandingkan pria yang melakukannya seminggu sekali atau lebih, menurut sebuah penelitian yang di terbitkan di American Journal of Medicine. Penelitian menunjukan bahwa seks yang di lakukan lebih sering dapat membantu melestarikan fungsi vital pria layaknya latihan fisik yang membantu mempertahankan kekuatan tubuh.

Mudah terserang batuk dan flu

Penelitian yang dilakukan oleh Welkes-Barre University di Pennsylvania menemukan bahwa orang yang melakukan seks satu atau dua kali seminggu mendapatkan peningkatan kekebalan tubuh sebanyak 30 persen dalam immunoglobulin (IgA) di bandingkan orang yang jarang atau tidak melakukan seks. (fmz/bb)

Comments
Loading...