Beranda Sex Life Berikut 6 Penyebab Vagina Terasa Gatal

Berikut 6 Penyebab Vagina Terasa Gatal

vagina

Fenomagz – Masih banyak yang belum mengetahui persoalan penyebab vagina gatal, khususnya pada perempuan. Ya, gangguan vagina gatal pernah dirasakan oleh hampir semua perempuan.

Kondisi ini sangat mengganggu dan membuat yang mengalaminya tidak nyaman saat beraktivitas. Tak hanya gatal, biasanya vagina gatal juga disertai dengan keputihan ataupun bau yang tak sedap.

Banyak faktor penyebab vagina gatal. Untuk itu, penting bagi perempuan khususnya untuk mengenal dan tidak menganggap sepele penyebab vagina gatal ini. Pasalnya, kondisi ini sangat umum terjadi dan bisa dialami oleh semua perempuan dari segala rentang usia.

Namun, gatal vagina lebih sering dirasakan oleh perempuan yang telah lewat usia pubertas. Berikut ini telah merangkum dari berbagai sumber beberapa penyebab vagina gatal yang perlu kamu ketahui. Selain itu, kamu juga perlu mengetahui cara mengatasi dari kondisi yang kerap mengganggu kegiatan ini.

Penyebab Vagina Gatal yang Tidak Boleh Disepelekan

Vagina gatal merupakan kondisi yang umum terjadi pada anak-anak hingga dewasa dan cenderung tidak berbahaya. Namun, apabila kondisi ini berlanjut hingga lebih dari beberapa hari atau disertai dengan gejala lainnya, maka kamu perlu memeriksakannya ke dokter.

Gatal vagina dapat terjadi karena satu atau kombinasi beberapa penyebab. Untuk itu, diperlukan pemeriksaan oleh dokter untuk mendeteksi kondisi yang menyebabkannya menjadi gatal. Berikut ini ada beberapa penyebab vagina gatal.

Infeksi Jamur

Umumnya, jamur memang sudah ada secara alami terdapat di vagina. Namun, akibat satu dan lain hal, jamur-jamur tersebut bisa saja mengalami pertumbuhan yang tidak terkendali dan menyebabkan terjadinya infeksi.

Penyebab vagian gatal karena infeksi jamur ini biasanya akan mengalami keluhan berupa sensasi gatal berlebih dan perasaan terbakar di sekitar vagina penderita. Pada kasus lebih lanjut, infeksi jamur di vagina dapat menyebabkan lendir keputihan sangat kental menyerupai keju dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap.

Penyakit Kulit

Penyebab vagina gatal berikutnya adalah dikarenakan penyakit kulit seperti eksem atau eksim dan psoriasis yang dapat menyebabkan kemerahan dan gatal pada area genital, baik pada laki-laik maupun perempuan.

Eksim juga dikenal sebagai dermatitis atopik adalah ruam yang terjadi pada orang dengan riwayat asma atau alergi. Ruam ini berupa kemerahan dan gatal dengan tekstur kulit yang bersisik. Kondisi ini dapat menyebar ke vagina pada beberapa perempuan dengan eksim.

Sementara itu, psoriasis adalah penyakit kulit yang menyebabkan munculnya bercak merah bersisik dan gatal di kulit kepala maupun persendian. Terkadang kondisi ini juga dapat terjadi pada area vagina.

Iritan

Pada vagina yang terpapar bahan iritan sangan mungkin mengalami iritasi dan reaksi alergi. Adanya kondisi ini menyebabkan munculnya ruam kemerahan yang terasa gatal di bagian vital tersebut. Beberapa iritan yang dimaksud, meliputi:

– Sabun mandi mengandung detergen

– Semprotan feminin

– Vaginal douche

– Kontrasepsi topikal (oles)

– Pelembut kain

– Kertas toilet beraroma

Vaginosis Bakteri

Penyebab vagina gatal berikutnya adalah vaginosisi bakteri. Vaginosis bakteri terjadi saat kesimbangan flora normal yang hidup di dalam vagina mengalami gangguan.

Sama halnya dengan infeksi jamur, kondisi ini juga dapat menyebabkan vagina gatal dan memicu terjadinya keputihan abnormal dengan ciri-ciri lendir berwarna putih ke abu-abuan dan berbau amis.

Infeksi Menular Seksual

Infeksi menular seksual atau IMS seperti infeksi chlamydia, kutil kelamin, gonore, herpes genital dan trikomoniasis bisa saja terjadi akibat perilaku seksual yang tidak sehat. Salah satu keluhan yang terjadi akibat kondisi tersebut adalah vagina gatal.

Stres

Penyebab vagina gatal lainnya adalah stres. Meski terbilang jarang, stres fisik dan emosional juga dapat menyebabkan vagina teriritasi dan terasa gatal. Ini dikarenakan stres membuat sistem kekebalan tubuh menjadi menurun, sehingga infeksi di seluruh bagian tubuh termasuk vagina lebih mudah terjadi.