Fenomagz
Unleash the Wild Side

Bersuara Saat Bercinta Mengganggu atau Tambah Bergairah

0

Bila ada hal yang bisa membuat waktu intim dengan pasangan makin seru

 

FENOMAGZ – Saat bercinta dengan pasangan, tentu banyak hal yang bisa membuat suasana bercinta makin seru. Bila ada hal yang bisa membuat waktu intim dengan pasangan makin seru, tentu ada hal yang juga membuat mood turun. Nah, apakah bersuara saat sedang bercinta dengan pasangan, membuat dia makin bergairah atau sebaliknya?

Ketertarikan kami mengangkat tema ini saat seorang teman, yang sudah menikah tentunya, mulai merasa khawatir saat ia sedang berhubungan intim dengan suami, suara-suara yang mereka buat akan mengganggu tetangganya.

“Kadang saya dan suami nggak sadar kalau sebenarnya dinding kamar kita itu nggak tebal-tebal banget,” cerita Icha, teman kami itu biasa dipanggil, sambil tertawa. Kebetulan, Icha adalah tipe perempuan yang saat bercinta ternyata ‘lumayan berisik.’ “Saya nggak paham dengan orang yang saat sedang melakukan hubungan badan dengan pasangan, apalagi yang benar-benar saling mencintai ya, nggak ekspresif. Diam saja,” papar Icha.

Tidak menutup kenyataan, tiap perempuan itu berbeda. Saat di depan mata saja tidak ada yang sama, apalagi di ruang yang begitu pribadi, saat hubungan intim terjadi. Perempuan paling diam sekalipun, mungkin adalah manusia paling berisik di tempat tidur. Dan sebaliknya. Well of course, hal ini bisa dijelaskan secara ilmiah.

Dikenal  dengan istilah copulatory vocalization (FCV), suara-suara yang berkaitan dengan hubungan intim atau aktivitas seksual (saat memijat pasangan, berciuman, atau hanya berpelukan), untuk mengekspresikan kenikmatan sebuah hubungan yang intim, atau untuk membangkitkan gairah pasangan seksual mereka. Gejala ini, termasuk suara napas yang berat, erangan, desahan, merintih, menangis, bahkan tertawa sampai menyerukan kata-kata yang tidak pantas.

Baca juga:   Mengenal Parafimosis, Gangguan Penis yang Tidak Disunat

That is true. Karena saat kami mengajak bicara Tika, kenalan kami yang lain, ternyata dia adalah perempuan yang tidak begitu ekspresif di tempat tidur. “Kayaknya suamiku yang cukup vokal di tempat tidur, ya,” cerita Tika pada kami dengan tersipu. Tika hanya satu di antara sekian banyak perempuan yang seperti itu. “Merintih barangkali iya, sedikit, tapi nggak sampai kayak orang histeris. Kayaknya nggak pantas saja, yang banyak begitu kan mungkin pemeran-pemeran di film-film dewasa,” tambah Tika lagi.

Tahun lalu, lewat tulisan konsultan seks Ian Kerner Ph. D untuk CNN, terungkap bahwa bersuara saat bercinta atau ‘berisik’ saat bercinta, biasanya selalu dibarengi  dengan gerakan tubuh yang tanpa sadar secara ritmik adalah respons dari kenikmatan sebuah hubungan intim. Namun, keduanya juga tidak selalu berarti bahwa kita sedang mengekspresikan kenikmatan. Suara-suara yang diproduksi perempuan saat sedang berhubungan intim dapat berarti banyak hal.

Masih di artikel yang sama, sebuah riset yang dilakukan oleh Gayle Brewer dari Central Lancashire University serta Colin Hendrie dari Universitas Leeds yang digabungkan ke dalam ‘Archives of Sexual Behavior’  memaparkan bahwa sebagian perempuan menjadi sangat  ‘vokal’ agar pasangan mereka makin bergairah dan cepat mencapai ejakulasi. Sementara, sisanya melakukan itu untuk meningkatkan percaya diri pasangan mereka saat hubungan intim.

Sementara itu, pembimbing dan penulis seks terkemuka Patty Brisben mengatakan bahwa suara-suara yang dibuat perempuan selama sexual intercourse harus mampu jadi alat komunikasi. Bahwa yang dilakukan pasanganmu saat berhubungan intim sudah tepat. Bukan sebaliknya. Beberapa perempuan paham betul, bahwa untuk mencapai kepuasan yang ia inginkan dari pasangan, ia harus menyampaikannya. Dengan cara ‘bersuara’ tadi. Jadi, sayang sekali sebenarnya hanya diam saja dan tidak memberitahukan pasangan, bahwa yang sedang berlangsung itu nikmat atau sebaliknya.

Baca juga:   Teknik Seks India Kuno yang Tidak Kalah Dengan Kama Sutra

Mengerang, merintih, mendesah, apapun itu saat bercinta, haruslah menjadi hal yang on the moment. Susah menjelaskannya, namun jangan sampai suara-suara saat bercinta menjadi ekspresi yang palsu. Sejatinya, itu harus jadi tanda kenikmatan itu sendiri.  Dan itu pada gilirannya menjadi reaksi dua arah, yang juga berpengaruh pada pasangan. Desahan-desahan, eranganmu akan menjadi tanda bagi pasangan  bahwa kamu ‘hadir’ seutuhnya dalam proses paling intim itu.(FMZ/PZ)

Comments
Loading...