advertisement

Ini Dia 4 Mitos Menyesatkan Tentang Seks Di Usia 40 Tahun Ke Atas!

Berikut ini 4 mitos menyesatkan tentang seks di usia 40 tahun ke atas

judi

FENOMAGZ – Banyak orang menganggap jika kehidupan seks di usia senja membosankan dan tidak senikmat di masa muda. Padahal, mitos seks ini tidak selalu benar. Kebanyakan wanita paruh baya justru mengakui jika mereka merasakan seks yang lebih baik di usia tua karena sudah mengetahui apa yang benar-benar mereka dan pasangannya butuhkan ketika berhubungan seksual.

Baca juga: Bagaimana Pasangan Anda Bisa Hamil Ketika Sudah Memakai Kondom Saat Bercinta?

Memang terdapat banyak faktor menopause dan premenopause akan membuat gairah seksual mengalami penurunan. Tapi, bukan berarti pasangan paruh baya tidak bisa memiliki seks yang berkualitas, kan?

Berikut ini 4 mitos menyesatkan tentang seks di usia 40 tahun ke atas:

Orgasme hanya bisa di capai pada usia muda

Bisa mencapai orgasme adalah sebuah dambaan bagi setiap pasangan, terlebih bagi wanita. Namun, kebanyakan orang menganggap jika orgasme hanya bisa dicapai pada usia muda, yaitu saat hasrat seksualnya sedang membara.

Padahal, tidak demikian kenyataannya. Dalam survei yang dilakukan oleh Natural Cycles, diketahui wanita justru kebanyakan mengalami orgasme terbaiknya di atas usia 36 tahun. Terapis seks Ian Kerner, Ph.D., tidak terkejut dengan temuan ini. Pasalnya, seseorang wanita yang memasuki usia 40-an, umumnya sudah tahu apa yang memang mereka butuhkan dan inginkan soal seks.

Manopause menurunkan gairah seksual

Testoteron dan estrogen adalah dua hormon yang berperan dalam gairah seksual. Namun, seiring bertambahnya usia, kedua hormon tersebut memang akan mengalami penurunan sehingga berdampak pula pada penurunan gairah seksual Anda.

Penurunan gairah seksual yang dipengaruhi oleh usia memang tidak bisa dihindari. Tapi, bukan berarti kondisi ini tidak bisa diatasi. Cobalah untuk berkonsultasi ke dokter atau pakar kesehatan seksual untuk mengatasi gairah seksual Anda yang rendah. Selain karena perubahan hormon, penurunan gairah seksual ini juga bisa disebabkan banyak faktor, seperti depresi, mengonsumsi obat tertentu, sampai penyakit diabetes.

Seks setelah menopause terlalu menyakitkan

Beberapa wanita mengaku mengalami atrofi vagina ketika melakukan seks setelah menopause. Atrofi vagina adalah penipisan dan peradangan yang terjadi di dinding vagina. Kondisi ini akan membuat penetrasi terasa menyakitkan sehingga membuat kebanyakan pria dan wanita mengurungkan niatnya untuk berhubungan seksual.

Kenyataannya, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal American Menopause Society, sebanyak 67 persen wanita setelah menopause memang mengalami atrofi vagina. Namun, wanita yang tidak berhubungan seks secara teratur paling rentan mengalami atrofi vagina.

Seks di usia paruh baya membosankan

Anda pasti pernah dengar mitos seks yang satu ini. Seks di usia senja merupakan sebuah aktivitas membosankan atau kewajiban belaka ketika usia semakin bertambah. Padahal, seks di usia tua tetap sama menariknya dan penuh petualangan seperti ketika muda.

Ini bisa karena di usia tersebut, Anda biasanya punya lebih banyak waktu luang dan masih punya cukup energi untuk bermain cinta. Dibandingkan dengan zaman muda dulu, di mana Anda terlalu letih bercinta karena harus mengurus anak sepanjang hari dan sibuk bekerja.

Jika kehidupan seks Anda membosankan, sebaiknya cobalah memulai hal-hal baru bersama pasangan. Beberapa pasangan nyatanya belum pernah benar-benar mengembangkan seni foreplay atau pemanasan, di mana sangat penting untuk mencapai klimaks atau orgasme saat berhubungan seksual. (fmz/bb)

Comments
Loading...