Fenomagz
Unleash the Wild Side

Ini yang Sebaiknya tidak Boleh di Lakukan Setelah Berhubungan Seks

0

Ketika jaringan vagina telah dilumasi, bengkak, dan digosok-gosok selama hubungan seksual

 

FENOMAGZ – Ketika berpikir tentang waktu yang paling santai dan menyenangkan setelah orgasme adalah pijatan di sana. Tapi yang dilakukan ini sementara berdampak pada vagina Anda. Ketika jaringan vagina telah dilumasi, bengkak, dan digosok-gosok selama hubungan seksual, itu mengubah jaringan bereaksi terhadap lingkungan dan ini berisiko lebih besar dari infeksi.

Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang jangan pernah oleh wanita dilakukan setelah berhubungan seks.

Lupa buang air kecil

Ketika penis bertemu vagina, bakteri bisa terdorong ke dalam kantung kemih. Ini dapat mengakibatkan infeksi kandung kemih pasca hubungan seksual. Oleh karena itu segera kosongkan kandung kemih dalam waktu satu jam setelah berhubungan seks. Ketika jongkok, bersihkan dari depan ke belakang untuk menghindari penyebaran kotoran dari anus ke zona vagina. Karena pembengkakan dan lecet kecil yang bisa terjadi selama hubungan seksual, vulva dan kulit vagina sangat lembut dan rentan terhadap infeksi.

Menggunakan sabun berlebihan

Beberapa wanita mungkin merasa terdorong untuk menggunakan sabun setelah sesi di bawah selimut, tapi itu benar-benar tidak perlu. Menggunakan sabun dapat menyebabkan iritasi vagina dan kekeringan. Vagina adalah organ yang dapat membersihkan diri, dan perlu diperlakukan dengan sangat lembut. Jika sabun saja tidak dimasukkan ke dalam mulut, maka tidak seharusnya memasukkannya ke dalam atau sekitar vagina. Jika ingin mandi pasca hubungan seks, gunakan air biasa untuk membilas vagina.

Baca juga:   Mengecilkan Pori-pori Pria Agar Tidak Gampang Jerawat

Tidur dengan lingerie seksi

Lingerie dengan bahan katun masih bagus karena kulit masih dapat bernapas, tapi bila lingerie dari bahan nilon, rayon, atau polyester, tidak bisa dilakukan. Setelah berhubungan seks, kulit cenderung hangat dan lembab, berkeringat, lalu penuh dengan cairan vagina dan air mani. Pakaian sintetis dapat menjadi perangkap kelembapan da berisiko terkena infeksi jamur. Vagina menyukai sirkulasi udara. Jadi, tidurlah telanjang atau hanya gunakan celana dalam katun pasca hubungan seks.

Berendam di air panas

Berendam dengan gelembung busa Anda pikir adalah aktivitas yang menyenangkan setelah berhubungan seks, tapi itu adalah berita buruk. Ketika vulva membengkak dalam menanggapi rangsangan seksual, lalu vagina membuka, itu berarti Anda memiliki kesempatan lebih besar terkena infeksi. Jika berada di bak mandi air panas dengan pasangan, maka terkena bakteri pada kulit dan anusnya. Apalagi, paparan air yang luas mengurangi efisiensi penghalang antimikroba kulit kita.

Menyeka dengan tisu basah

Jika Anda sensitif terhadap bahan kimia seperti alkohol, gliserin, aroma, dan minyak tertentu, menggunakan tisu basah setelah berhubungan seks dapat menyebabkan iritasi, karena kulit Anda lebih rentan. Tanda-tandanya termasuk kemerahan, bengkak, gatal, dan nyeri. Jika ingin membersihkan sesuatu selain dengan kertas toilet, cobalah lap sendiri dengan air hangat dan cuka. Campurkan satu sendok teh cuka dengan satu liter air, lalu tuangkan ke kain lap dan bersihkan vulva di toilet, kemudian keringkan. Cuka dapat membersihkan dan membantu menjaga keasaman alami kulit.

Comments
Loading...