Kedelai Dan Yoghurt Adalah Makanan Sehat Untuk Vagina

disarankan oleh dokter dokter spesialis obstetri dan ginekologi

Fenomagz – Selain kebersihan, kesehatan vagina juga turut dipengaruhi oleh makanan. Ada beberapa makanan yang memiliki pengaruh terhadap kesehatan vagina.

Berikut makanan yang disarankan oleh dokter dokter spesialis obstetri dan ginekologi agar vagina tetap sehat.

1. Yoghurt polos

Vagina memiliki pH bersifat asam antara 3,5 hingga 4,5 pada skala 0-14. Segala sesuatu seperti olahraga hingga seks dapat mengubah pH vagina, tetapi jika vagina sehat biasanya dapat mempertahankan keseimbangan pH sendiri.

Alyssa Dweck, dokter spesialis obstetri dan ginekologi mengatakan bahwa yoghurt bersifal probiotik, artinya mengandung kultur bakteri hidup yang disebut Lactobacillus acidophilus.Bakteri tersebut membantu menjaga pH vagina dalam kisaran asam sehingga mengurangi risiko infeksi.

Makanan lain yang memiliki sifat probiotik adalah kimchi, sauerkraut, dan kefir dapat membantu keseimbangan pH yang tepat pada vagina.

2. Cukup Minum Air

Dokter Taraneh Shirazian, asisten profesor kebidanan dan kandungan di NYU Langone Medical Center menyarankan minum 6-8 gelas setiap hari untuk mencegah kekeringan pada vagina. Dehidrasi dapat membuat vulva terasa kering atau gatal. Menggaruk malah membuat Anda rentan terhadap infeksi, jangan ambil risiko dan tetap terhidrasi.

Air juga membantu membersihkan bakteri sebelum mereka memiliki kesempatan membuat infeksi.

3. Teh Jahe

Sebuah studi dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine menemukan bahwa jahe sama efektifnya dengan ibuprofen untuk menghilangkan kram saat masa menstruasi. Ibu profen termasuk dalam kelas obat penghilang rasa sakit yang melawan peradangan, termasuk nyeri haid.

4. Kedelai

Sama halnya dengan air putih, produk kedelai seperti tahu dapat mencegah kekeringan pada vagina. Produk kedelai mengandung isoflavon yang menyerupai estrogen yang dapat mengurangi kekeringan pada vagina akibat perubahan hormon.

“Ketika kita menambahkan estrogen ke tubuh wanita, hal itu dapat memperbaiki gejala yang tergantung pada estrogen, seperti kekeringan pada vagina”, jelas Taraneh.

Comments
Loading...