Fenomagz
Unleash the Wild Side

Mengenal Ritual Seks yang Terjadi di Gunung Kemukus Jawa Tengah

ritual seks di gunung kemukus yang mulai mendunia

0

FENOMAGZ – Ritual seks di Gunung Kemukus kian menjadi soroton dunia. Karena setiap malam jum’at pon dan jum’at kliwon, orang-orang akan berdatangan ke lokasi yang terletak di desa Pendem, Sumber Lawang, Sragen, Jawa Tengah. Tujuannya adalah untuk menjalankan ritual yang di klaim dapat bikin cepat orang menjadi kaya.

Mereka yang ikut serta biasanya mengakhiri ritual dengan berhubungan seksual, bukan dengan pasangan sahnya. Tak ayal, banyak yang menjuluki, laku di Gunung Kemukus tak ada bedanya dengan ritual mesum.

Baru-baru ini sejumlah media asing kembali memberitakan soal ritual gunung kemukus. Salah satu media memuat artikel terkait ritual seks di tanah air itu bertajuk “Understanding The Paradoxical Pon Festival of Indonesia”.

Baca juga: Ketahui, 6 Tanda Istri Tak Terpuaskan Saat Bercinta

Laman tersebut menyatakan bahwa dalam ritual tersebut, para peserta harus bermalam di atas gunung dan melakukan ritual seks dengan orang asing, jika mereka menginginkan keberuntungan pada masa depan. Prosesi itu dilakukan bahkan jika kedua belah pihak telah menikah dengan orang lain.

Tak hanya itu yang menjadi sorotan dunia, ritual seks itu ternyata di lakukan lebih dari satu kali. Pelakunya harus berhubungan seksual dengan orang yang sama persis sebanyak tujuh kali, setiap 35 hari sepanjang tahun.

Pasangan tak sah itu harus menyelesaikan siklus tersebut, jika tidak maka ritual tersebut dianggap tidak lengkap. Itu berarti mereka akan melakukan hubungan seksual dengan orang asing selama beberapa kali untuk mendapatkan hasil terbaik.

Baca juga:   Tips cara ini Bikin Orgasme Berulang-ulang kali Lho

Media tersebut juga mengangkat beberapa sesi ritual yang di mulai dari berdoa dan persembahan menggunakan berbagai macam bunga di lokasi makam pangeran Samodro, salah satu putra raja jawa. Peserta kemudian harus membasuh dirinya di mata air suci lalu bercinta dengan orang asing. (fmz/bb)

Comments
Loading...