Mitos Aneh Tentang Sperma Yang Bikin Geleng-Geleng Kepala

Ada beberapa mitos kuno tentang sperma yang dipercayai masyarakat kuno yang mungkin akan membuat Anda geleng-geleng kepala

Mitos Aneh Tentang Sperma Yang Bikin Geleng-Geleng Kepala

FENOMAGZ – Fenomen, jika kita berbicara mengenai fakta, pasti ada saja mitos yang mengiringinya, seperti mitos tentang sperma. Ilmu kesehatan modern mampu membantah banyak mitos yang beredar soal sperma dan hubungan seksual, misalnya seperti melompat-lompat setelah berhubungan seks tidak mengurangi resiko kehamilan atau mitos soal bercinta di kolam renang yang terbukti tetap bisa menghasilkan kehamilan.

Selain mitos-mitos tersebut, ternyata masih ada beberapa mitos tentang sperma yang dipercayai masyarakat kuno yang mungkin akan membuat Anda geleng-geleng kepala. Salah satunya adalah mitos tentang pengaruh tempat produksi sperma (buah zakar kanan atau kiri) dapat mempengaruhi jenis kelamin anak kelak.

Selain mitos-mitos di atas, masih ada 5 hal aneh soal sperma yang dipercaya oleh masyarakat kuno. Sebagian memang tampak tidak masuk akal, namun sisanya mungkin akan membuat Anda tertawa terheran-heran.

  1. Buah zakar pengaruhi jenis kelamin anak

Menurut mitos kuno, sperma yang dihasilkan dari buah zakar sebelah kiri akan menghasilkan anak perempuan. Sebaliknya, sperma yang dihasilkan oleh buah zakar sebalah kanan akan membuat istri Anda hamil anak laki-laki.

Seorang filsuf dan penyembuh, Pliny the Elder, melakukan penelitian kepada seekor kambing. Setelah melakukan penelitian, ia menyimpulkan bahwa kambing yang zakar sebelah kanannya diikat cenderung menghasilkan anak perempuan, dan sebaliknya, kambing yang zakar kirinya diikat menghasilkan anak laki-laki.

Akan tetapi, tidak ada bukti yang kuat apakah hal tersebut bisa dilakukan kepada manusia. Namun patut Anda ketahui bahwa mengikat salah satu buah zakar nampaknya malah akan mengurangi kenikmatan bercinta Anda dengan pasangan. Tertarik untuk mencoba?

  1. Cairan sperma berasal dari panas tubuh

Seorang filsuf ternama Aristoteles percaya bahwa menstruasi pada wanita terjadi akibat panas tubuh yang menurun, sehingga membuat darah keluar dari vagina mereka. Teori ini juga ia terapkan untuk asal-muasal sperma.

Aristoteles percaya bahwa sperma berasal dari darah laki-laki yang menggelegak. Akibatnya, darah laki-laki menguap dan berkumpul menjadi cairan sperma dan dikeluarkan melalui penis.

Bisa jadi, Aristoteles mengambil kesimpulan ini ketika dia sedang terangsang. Karena pada saat seorang pria terangsang, suhu tubuh memang akan meningkat dan dengan stimulasi sedikit saja, penis bisa mengeluarkan sperma tanpa perlu bersenggama.

  1. Mutiara adalah sperma milik pencipta dunia

Mitologi China percaya dengan pencipta dunia bernama Pan Gu. Dalam mitologi tersebut, Pan Gu merupakan mengorbankan dirinya agar dunia yang saat ini kita tempati dapat tercipta.

Disebutkan bahwa tanah merupakan penjelmaan dagingnya, sungai merupakan penjelmaan darah, dan gunung yang tinggi menjulang merupakan kepalanya. Terakhir, mutiara yang berasal dari kerang merupakan tetesan spermanya yang tumpah.

Dikabarkan bahwa Pan Gu sendiri menghabiskan waktu sekitar 18.000 tahun untuk menciptakan dunia, sebelum akhirnya naik ke surga. Jika begitu, wajar saja saja banyak mutiara ditemukan di laut. Menghabiskan waktu 18.000 tahun dalam kesendirian tentunya bukan hal yang mudah.

  1. Sperma terbuat dari darah yang berbusa

Clement of Alexandria, salah satu filsuf terkenal pada zaman Romawi nampaknya merupakan salah satu pengikut ajaran Aristoteles. Ia mengatakan bahwa sperma memang berasal dari darah, namun bukan terbentuk akibat panas tubuh.

Ia juga meyakini bahwa sperma merupakan hasil pertemuan antara darah dan udara. Darah yang keluar dari penis karena nafsu akhirnya mengalami reaksi kimia dan menjadi busa, yang akhirnya cair dan menjadi cairan sperma. Tidak diketahui darimana pemikiran Clement berasal. Meski begitu, teori ini sempat populer di kalangan ilmuwan kerajaan romawi. (fmz/pm)

Comments
Loading...