Pelumas Yang Harus di Hindari Agar Miss V Tetap Sehat

Melakukan hubungan seksual tidak akan menjadi nikmat jika pelumas tidak terjaga secara alami, namun ada beberapa jenis pelumas berbahaya

 

 

Fenomagz – Mengalami masalah dengan pelumasan alami merupakan salah satu masalah yang paling tidak membuat wanita nyaman. Bila pasangan wanita Fenomen adalah salah satu wanita yang memiliki masalah dengan lubrikasi alami sebaiknya jangan menggunakan lubrikasi yang sembarangan karena dapat membuat vagina mengalami hal hal yang tidak diinginkan.

Nah buat Fenomen supaya lebih mengetahui lebih jelas sebaiknya mengetahui jenis pelumas apa saja yang sebaiknya dihindari agar vagina tetap sehat dan terjaga.

Pelumas bahan minyak kelapa dan minyak zaitun, Whelihan mengatakan minyak kelapa memang tidak mengandung zat adiktif. Namun, minyak kelapa dan bahan lain berbasis minyak bisa merusak fungsi lateks pada kondom. Sehingga, risiko kehamilan yang tak diinginkan atau infeksi menular seksual bisa terjadi.

Menggunakan baby oil, Tidak hanya memengaruhi kualitas kondom, penggunaan baby oil di vagina juga bisa meningkatkan risiko Anda mengalami infeksi jamur. menemukan hubungan antara penggunaan intravaginal baby oil dengan kolonisasi spesies Candida yang memicu terjadinya infeksi jamur.

Pelicin dengan menggunakan vaselin, Vaseline memang terlihat seperti lubrikan. Namun, Whelihan mengatakan vaseline’s petroleum base bisa memicu infeksi. Seperti lubrikan berbasis minyak lainnya, petroleum jelly juga bisa merusak kondom. Sehingga, Streicher menyarankan Anda untuk menggunakan kondom berpelumas atau pelumas berbasis air untuk menjaga kualitas kondom.

Menggunakan body lotion atau ludah, Ada berbagai iritan di losion misalnya parfum dan propyl glycols (senyawa larut air yang membuat losion tetap lembap) yang dapat memicu bengkak dan iritasi, demikian dikatakan Whelihan. Sementara, James mengatakan, ludah memang basah sehingga wajar jika Anda berpikir ini bisa jadi lubrikan. Tapi, itu tidak akan efektif dan justru hanya membuang-buang waktu Anda saja. Ditambah lagi, kata James, air liur bisa memfasilitasi transmisi infeksi menular seksual dan menjadi penyebab infeksi di vagina.

Bagi Fenomen yang tidak ingin pasangan mengalami hal yang tidak diinginkan pada vaginanya sebaiknya jangan menggunakan pelicin dari bahan bahan diatas.(FMZ/AS)

Comments
Loading...