Beranda Sex Life Perhatikan 6 Hal Berikut Ini Ketika Berhubungan Seks Saat Hamil

Perhatikan 6 Hal Berikut Ini Ketika Berhubungan Seks Saat Hamil

Fenomagz – Meski sedang hamil, kehidupan seksual Bunda bersama suami tetap bisa berjalan normal. Asal dilakukan dengan benar, hubungan intim selama mengandung tidak akan menyakiti bayi, terlebih sampai menyebabkan keguguran. Nah, berikut hal-hal yang perlu Bunda perhatikan ketika melakukan hubungan seksual selama hamil.

Kondisi Kandungan

Seks saat masa kehamilan tetap bisa dilakukan selama kandungan berada pada kondisi normal. Kondisi normal maksudnya Bunda tidak mengalami keluhan-keluhan kesehatan yang bisa mengganggu aktivitas bercinta, seperti infeksi kelamin, perdarahan, terbukanya mulut rahim, dan sebagainya.

Setelah Trimester Pertama

Trimester pertama kehamilan adalah masa-masa rawan keguguran. Pada fase ini, Bunda akan sering mengalami mual dan muntah akibat perubahan hormonal. Nah, sperma juga diketahui mengandung zat prostaglandin yang bisa menyebabkan rasa mulas sehingga memperburuk kondisi Bunda. Agar aman, lakukan hubungan seksual setelah kehamilan lewat trimester pertama, ya.

Oral Seks

Oral seks selama kehamilan tetap diperbolehkan, kok, selama dilakukan dengan hati-hati. Mintalah suami untuk melakukan seks oral secara aman dan jangan sampai meniupkan udara ke dalam lubang vagina. Jika kandungan Bunda tidak cukup kuat, hal ini akan menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah.

Pilih Posisi yang Nyaman

Agar tidak menyakiti janin dalam kandungan, pilihlah gaya bercinta yang aman dan nyaman. Soal ini, Bunda disarankan untuk mengomunikasikannya secara terbuka dengan suami, sehingga ia tahu gaya seperti apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat hubungan intim.

Sperma Saat Ejakulasi

Cairan sperma yang dikeluarkan di dalam vagina saat ejakulasi tidak akan membahayakan janin, sebab ia sudah cukup terlindungi oleh plasenta dan cairan ketuban. Jadi Bunda tidak perlu khawatir mengenai hal ini, ya.

Orgasme Tidak Berbahaya

Sebagian wanita takut kontraksi yang terjadi saat orgasme akan menyebabkan keguguran atau bayi lahir prematur. Faktanya tidak demikian, orgasme saat hamil tidak berakibat buruk pada kondisi janin dalam kandungan.