advertisement

Perlukah Melakukan Hubungan Seks Dalam Waktu Yang Lama?

berikut ini penjelasan menurut seorang peneliti

judi

FENOMAGZ – Sebagai seorang peneliti, Zietsch bertanya-tanya mengapa seks harus bertahan dalam waktu yang cukup lama. Semua jenis seks memerlukan pencapaian, yaitu memasukkan sperma ke dalam vagina. Ada apa dengan tergesa-gesa ketika melakukan seks? Alih-alih menggeser penis masuk dan keluar vagina ratusan kali dalam sesi seks, mengapa tidak melakukannya dalam sekali, ejakulasi, dan kemudian melewati hari dengan aktivitas lain?

Baca juga: Pentingkah Melakukan Foreplay Sebelum Bercinta? Ini Penjelasannya!

Sebelum Anda mengatakan, ‘karena itu menyenangkan’, ingatlah bahwa evolusi tidak peduli tentang kesenangan tersebut. Seks pada dasarnya “didesain” menjadi menyenangkan agar dapat membantu nenek moyang kita bereproduksi dan menghasilkan beberapa generasi mendatang.

Zietch mencurigai bahwa bentuk penis dapat mempengaruhi durasi seks saat di tempat tidur. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2003, dengan menggunakan vagina buatan, penis buatan, dan sperma buatan (sirup jagung), peneliti menemukan bahwa punggungan di sekitar kepala penis mampu mengeluarkan “sirup” yang sudah terdapat dalam vagina. Dengan kata lain, pria mendorong berulang-ulang saat melakukan seks dapat berfungsi untuk menggantikan sperma pria lain sebelum ia ejakulasi. Hal ini memastikan sperma mereka adalah yang pertama memiliki kesempatan untuk mencapai telur.

“Kebetulan, ini bisa menjelaskan juga mengapa akan terasa menyakitkan untuk pria jika mereka terus mendorong sesaat setelah ejakulasi, karena hal itu akan membuat mereka berisiko membuang air maninya sendiri,” tulis Zietsch. Jadi, berapa lama normalnya durasi seks? Tidak ada kata “normal” untuk itu, karena kenikmatan tidak dapat diukur. (fmz/bb)

Comments
Loading...