Pura-pura Orgasme Saat Bercinta Bisa Menjadi “Senjata” Merangsang Pasangan

Berikut ini hal positif yang didapat dari pura-pura orgasme

FENOMAGZ – Dalam urusan ranjang, tidak semua pasangan selalu mulus mencapai klimaks seperti yang diharapkan. Ada banyak alasan kenapa seseorang bisa sulit orgasme, mulai dari stres, kecemasan, kurangnya rasa percaya diri dengan bentuk tubuhnya, merasa cemas dengan performa seksual mereka, kurang tidur, sedang terburu-buru, hingga takut hamil. Pada akhirnya banyak yang memilih untuk memalsukan orgasme agar si dia tidak dibuat kecewa.

Tapi tahukah bahwa kebiasaan memalsukan klimaks tah hanya dilakukan wanita, meski memang lebih jarang mencapai orgasme. Pria juga kadang memalsukan orgasmenya. Dan usut punya usut memalsukan orgasme tak selalu menjadi duri dalam hubungan. Memalsukan klimaks justru dapat menambah panasnya sesi bercinta Anda dan pasangan.

Berikut ini hal positif yang didapat dari pura-pura orgasme:

Menyangkan pasangan

Banyak wanita percaya bahwa pria akan tambah bergairah dan percaya diri bila ia mampu membuat wanita mencapai klimaks. Untuk menyenangkan pasangannya, beberapa wanita pun juga memilih untuk pura-pura orgasme.

Baca juga: Jenis Puasa Ini Mampu Turunkan Berat Badan

Merawat komunikasi

Menjaga komunikasi denganpasangan, apalagi soal emosi, merupakan bagian penting dalam hidup wanita. Sehingga kadang wanita memalsukan orgasme agar berhubungan dengan pasangan mereka tetap terjaga. Ini juga bagian penghargaan atau cinta terhadap pasangan. Dengan memalsukan orgasme, wanita menganggap membuat pasangan mereka merasa lebih baik.

Meningkatkan gairah

Tak semua alasan wanita memalsukan orgasme buruk. Barangkali ia menginginkan seks yang lebih variatif dan berusaha meningkatkan gairah hubungan. Dengan menunjukkan orgasme atau desahan bervolume wow saat mencapai klimaks, itu artinya ia sedang berusaha membuat hubungan seks lebih bergairah.

Untuk mengontrol

Sudajh bukan rahasia lagi kalau pria selalu berusaha mendominasi saat seks. Mereka mencoba mengontrol wanita dengan gaya dan berbagai cara. Terus-terusan menjadi bawahan memicu wanita untuk dapat membalikkan keadaan. (fmz/bb)

Comments
Loading...