advertisement

Seks gaya BDSM, Apakah Ini Normal atau Termasuk Kelainan?

berikut ini penjelasan menurut penelitian yang dilakukan di belanda

judi

FENOMAGZ – Sudahkah Anda menyaksikan sekual fil dari nocel Fifty Shade of Darker yang tanyang di layar lebar? Satu hal yang mungkin Anda ingat dengan jelas jika mendengar judul film tersebut, yaitu seks BDSM, bondage, dicipline, dan sadomasochism. Banyak yang salah mengartikan bahwa seks aliran ini tidak sehat, dan jatuhnya perilaku abusive dalam konteks seksual.

Baca juga: Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Membersihkan Penis? Ini Penjelasannya!

Banyak orang ketika mendengar kata BDSM menganggap hal tersebut tidak normal, sakit jiwa, sampai ke penyimpangan seksual. Tapi tidak semua hal tentang BDSM selalu terkait dengan ketidaknormalan. Mungkin hal tersebut disebabkan oleh konsumsi berita, film dan laporan dari media yang tidak terlalu akurat.

Penelitian yang dilakukan di Belanda oleh psikolog Dr. Andreas Wismeijer dan Dr. Marcel Van Assen dari The Journal of Sexual Medicine pada tahun 2013 menyatakan bahwa melakukan BDSM bisa dibilang normal, asal kedua belah pihak sepakat dan setuju melakukan hal tersebut.

Nah, yang lebih serunya lagi, Anda harus paham tatacara melakukan BDSM ini. bagi penyuka seks genre ini, penting untuk memahami konsep safe, Sane, and Consensual. Safe artinya aman, dan semua aktivitas yang dilakukan tidak boleh sampai membahayakan nyawa. Sane alias waras, dimana semuanya dilakukan dalam batas kewajaran. Dan consensual yang berarti kedua belah pihak harus sama-sama setuju dan tidak dipaksa untuk melakukan seks BDSM.

Artinya, selama melakukan BDSM, Anda dan pasangan harus punya kesadaran dan tanggung jawab atas tindakan serta peran masing-masing. Pada level yang berbahaya, tak jarang banyak orang yang hilang kendali demi terpuaskannya hasrat seks garis kerasnya.

Satu lagi, saat berhubungan seks, jangan segan untuk berkata tidak, dan pada aturan main BDSM biasanya ada kata kunci tersendiri. Kata kunci ini berfungsi sebagai alat kendali saat permainan yang dilakukan kelawat batas. Berjaga-jaga, siapa tahu posisi atau gaya seks yang sedang dimainkan berubah menjadi siksaan, bukan kenikmatan lagi. (fmz/bb)

Comments
Loading...