advertisement

Seringkali Beda Tiap Orang, Apa Definisi Hubungan Seks Menurut Anda?

berikut ini penjelasan menurut para peneliti

judi

FENOMAGZ – Di dunia yang makin modern, liberal serta bebas, pembicaraan soal seks bukanlah hal yang tabu lagi untuk diangkat. Makin banyak orang yang berbicara terang-terangan dan mempertanyakan definisi dari hubungan intim yang ternyata sangat luas.

Baca juga: 3 Mainan Seks Yang Paling Cocok Untuk Para Pemula

Pertanyaan seperti ‘Apakah seks oral termasuk seks?’ atau ‘apakah petting termasuk seks?’ mencuat di banyak laman-laman internet.

Berdasar dari sebuah penelitian, berbagai pertanyaan tersebut punya jawaban yang beragam. Sekitar 30 persen responden bilang bahwa oral seks bukanlah hubungan seks. Bagaimana dengan seks anal? Bukan juga, kata 20 persen responden.

studi yang berasal dari Institut Kinsey dan Universitas Indiana, Amerika Serikat, menemukan bahwa tidak ada kesepakatan seragam dari responden yang mewakili sampel usia 18 sampai 96 tahun ketika ditanya makna istilah “hubungan seks” bagi mereka. Yang mengejutkan adalah, sejumlah pria dewasa tidak menganggap pemasukan penis ke vagina sebagai hubungan seks. Meski konyol, ini adalah sebuah hasil survei. Bagi mereka, orgasme-lah yang menandakan adanya hubungan seks.

Survei dilakukan via telepon dengan melibatkan 486 penduduk Indiana yang diselenggarakan oleh Pusat Riset Survei pada Universitas Indiana. Responden hampir seluruhnya heterosexual, terdiri dari 204 pria dan 282 wanita. Hasil survei antara lain sebagai berikut: 95 persen responden menganggap pemasukan penis ke vagina sebagai hubungan seks, tapi prosentase ini jatuh ke 89 persen jika tidak terjadi ejakulasi. Sementara itu, 81 persen responden menganggap pemasukan penis ke anal merupakan hubungan seks. Adapun 71 persen responden menganggap kontak oral dengan alat kelamin pasangan sebagai hubungan seks.

Brandon Hill, peneliti di Institut Kinsey, mengatakan bahwa hal ini cukup membingungkan bagi dokter, terutama dokter kulit dan kelamin. Biasanya lazim bagi seorang dokter yang sedang menghadapi seorang pasien dengan gejala terinfeksi penyakit seksual, untuk menanyakan berapa kali hubungan seks yang telah dilakukan. Jumlah ini akan berlainan menurut definisi si pasien tentang seks.

Sementara itu, William L. Yarber, rekan Hill dalam studi ini, yang juga direktur senior Pusat Pencegahan Penyakit Seksual Menular, mengatakan penemuan ini menegaskan kembali perlunya penyuluhan mengenai perilaku seks ketika berbicara tentang seks. Menurut Yarber, definisi hubungan seks di masyarakat sudah kabur karena pengaruh budaya dan media. Menurut beliau juga, jika orang tidak menganggap perilaku seks tertentu sebagai hubungan seks, mereka mungkin tidak peduli dengan pesan kesehatan seksual tentang risiko seks bagi mereka. (fmz/bb)

Comments
Loading...