Sisi Buruk yang Terdapat Pada Posisi Seks Woman On Top

berikut ini penjelasan mengapa posisi seks woman on top punya sisi buruk

FENOMAGZ – Wanita mana yang tidak suka dengan posisi seks woman on top? Kunci orgasme dapat di raih dengan mudah, setelah foreplay.

Posisi seks ini bahkan menjadi andalan wanita ketika di atas ranjang, ketimbang misionaris. Namun tahukah Anda, di balik kenikmatan woman on top ada pria yang harus bersiap-siap mendapat risiko terburuk dari setiap gerakan yang dilakukan.

Baca juga: Benarkah, Tiap Tahun Lebih Dari 100 Pria Jerman Meninggal Saat Masturbasi?

Wanita di atas adalah posisi seks paling berbahaya, menurut sebuah studi ilmiah. Para ilmuwan telah menemukan bahwa posisi tersebut, yang di juluki “ cowgirl”, bertanggung jawab atas separuh dari semua fraktur penis di kamar tidur.

“Studi kami mendukung fakta bahwa hubungan seksual dengan posisi wanita di atas merupakan posisi seks yang paling berpotensi berisiko yang berhubungan dengan fraktur penis,”menurut para ahli.

Secara hipotesis, ketika seorang wanita berada di atas, mereka akan mengendalikan gerakan dengan tumpuan berat tubuh berada di atas penis.

Ketika penis sedang dalam kondisi ereksi, dan wanita tidak dapat mengendalikan diri maka pria akan berada pada sebuah fase penetrasi yang salah. Dan ini akan sangat fatal nantinya.

Cedera itu sendiri akan membuat pembengkakan dan rasa sakit pada penis pria. Ada pula yang mengalami disfungsi ereksi setelah cedera.

Berbeda dengan saat pria berada di atas, mereka akan dapat mengendalikan gerakan ketika penetrasi dan bisa menghentikan kapan saja hingga tak merasakan sakit apapun. (fmz/bb)

Comments
Loading...