Beranda Sex Life Tips Memilih Sabun Kewanitaan Agar Aman Untuk Kesehatan Ms. V

Tips Memilih Sabun Kewanitaan Agar Aman Untuk Kesehatan Ms. V

sabun antibakteri

Fenomagz – Ada banyak pilihan sabun kewanitaan di pasaran. Namun, pastikan saat memilih bukan cuma aromanya, cek juga kandungan di dalamnya.

“Kita harus cerdas terhadap sabun kewanitaaan yang digunakan. Jangan menggunakan based-nya antiseptik dibandingkan soap (sabun),” kata dokter spesialis obstetri dan ginekologi Dinda Derdameisya.

Sabun kewanitaan yang mengandung antiseptik lebih banyak dibandingkan sabun malah membunuh bakteri baik yang ada di vagina. Akibatnya, keseimbangan pH di vagina jadi tidak baik.

“Jadi, pilih yang mengandung prebiotik, kemudian soap lebih banyak daripada antiseptiknya,” kata Dinda dalam diskusi Pillow Talks with Andalan di Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Jika sudah memilih sabun kewanitaan yang tepat bisa dipakai sekitar tiga kali seminggu. Dengan pemilihan sabun kewanitaan yang tepat bakal membantu menjaga pH vagina tetap asam. Hal ini bakal mencegah bakteri, jamur dan infeksi tidak mudah masuk ke organ kewanitaan.

Ketika vagina sehat, hal tersebut pun juga bakal berdampak pada kehidupan seksual yang lebih menyenangkan. Ketika aroma vagina normal maka tidak membuat pasangan jadi turn off maupun ingin cepat-cepat mengakhiri sesi bercinta.

“Kalau vagina bau, itu bikin si wanita jadi tidak pede. Lalu, yang laki-laki jadi turn off, dia ingin cepat-cepat selesai (bercinta) padahal wanita belum mencapai klimaks atau orgasme,” kata dokter yang juga seksolog Haekal Anshari di kesempatan yang sama.

Sabun Kewanitaan Bukan untuk Mengatasi Vagina Bau karena Infeksi

Satu yang perlu diingat bahwa sabun kewanitaan bukan untuk menyembuhkan vagina yang bau karena infeksi. Jika sudah terjadi infeksi karena bakteri atau jamur atau pun penyakit menular seksual harus ke dokter.

“Sabun pembersih kewanitaan itu untuk menjaga kebersihan dan untuk mengntrol aroma yang kuran sedap. Jadi bukan untuk menyembuhkan yang namanya infeksi. Itu yang suka salah kaprah,” kata Brand Managet Andalan Femine Care, Maharani Anandita di kesempata yang sama.

Jika memang aroma vagina itu menyengat tajam atau ami seperti ikan sudah saatnya untuk berkonsultasi dengan dokter obstetri dan ginekologi.

“Jadi kalau sudah terkena infeksi, terus pakai sabun pembersih kewanitaan, itu tidak bisa mengobati. Karena ada pengobatan khusus dari dokter,” kata wanita yang karib disapa Dita ini.