advertisement

4 Cara Sehat Memulihkan Diri dari Trauma Kekerasan Seksual

Berikut ini 4 cara memulihkan diri dari trauma kekerasan seksual

judi

FENOMAGZ – Trauma kekerasan seksual dapat menyebabkan efek jangka panjang tidak hanya pada kesehatan fisik, namun juga mental. Depresi dan PTSD adalah salah satu dampak trauma yang paling umum. Sangat wajar bagi setiap korban kejahatan merasa sedih, marah, tidak bahagia, bahkan putus asa. Semua ini bukanlah tanda kelemahan atau cacat karakter. Namun, ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk mengelola emosi maupun memulihkan diri dari trauma.

Baca juga: 4 Jenis Cedera Penis Yang Mungkin Terjadi Pada Anda

Berikut ini 4 cara memulihkan diri dari trauma kekerasan seksual:

Jangan ragu untuk menghindari situasi mengancam

Menghindar di sini artinya bukan sama sekali mengurung diri dari lingkungan sosial Anda. Menjauhkan diri dari orang terdekat malah dapat menyebabkan Anda sering sendirian, dan cenderung mengingat kembali apa yang membuat Anda trauma. Namun kadang memang beberapa tempat, lokasi, gedung, area, kegiatan, bahkan perawakan fisik orang tertentu dapat memicu kilas balik ingatan Anda akan kejadian naas tersebut.

Tubuh Anda sejatinya mampu mengingat segala kejadian yang dialaminya, dan dapat merespon setiap situasi secara spontan. Itu sebabnya dalam situasi terancam, tubuh Anda akan memberikan sinyal tanda bahaya, misalnya rasa tegang, menahan napas, bulu kuduk merinding, pikiran yang kacau, berkeringat dingin, sakit perut, bahkan hingga pusing dan mual. Jika Anda kebetulan berada di situasi ini, tidak apa untuk segera menghindar untuk sementara dan cari tempat yang lebih aman.

Beri waktu untuk Anda menenangkan diri dan yakinkan diri bahwa Anda aman. Anda bisa memusatkan fokus hanya pada satu hal misalnya memandang awan-awan di langit atau memandangi batu, menghitung mundur 100 sampai 1, merobek-robek kertas jadi serpihan kecil, memencet bubble wrap, berlatih teknik pernapasan, meditasi, atau bermain games di ponsel.

Ngobrol

Setelah mengalami pelecehan seksual, kebanyakan korban merasa minder dan sulit mempercayai orang lain. Namun, mengurung diri di kamar bukanlah hal yang tepat. Sebisa mungkin, jangan biarkan Anda sendirian.

Tetaplah bersama orang lain, entah itu orangtua, kakak atau adik, hingga teman dekat. Alihkan pikiran Anda dengan mengobrol (tidak harus tentang pelecehan yang Anda alami, jika Anda belum siap untuk blak-blakan; bicarakan apapun sesuka hati Anda).

Cukuplah bersenang-senang dan tertawa bersama orang-orang yang Anda cintai. Ini dapat membantu Anda memulihkan perasaan sedih yang dialami sekaligus mengingatkan bahwa Anda masih memiliki orang yang mencintai dan menghargai Anda.

Olahraga

Olahraga membantu melepaskan ketegangan fisik dan bisa menjadi cara yang bagus untuk mengatasi stres. Pergilah berlari atau berjalan-jalan di taman, bersepeda, senam aerobik, berenang, lompat-lompat di tempat, tinju samsak atau bantal, atau mintalah seorang teman untuk melakukan sesuatu yang aktif bersama Anda.

Kesehatan fisik yang baik dapat mendukung Anda melalui masa sulit dalam proses pemulihan trauma. Pasalnya, olahraga bisa membantu Anda mengurangi rasa cemas bahkan gejala depresi. Jangan lupa juga untuk sebisa mungkin menjaga asupan makanan yang seimbang dan tidur yang teratur.

Menangis

Ya, tidak apa untuk menangis di kala Anda sudah merasa sangat kewalahan dengan semua yang terjadi dalam hidup.

Menangis saat Anda stres merupakan salah satu cara terbaik untuk menyalurkan stres Anda dan memberikan Anda perasaan lega. Saat Anda menangis karena stres, sebenarnya tubuh juga sedang melepaskan hormon stres atau racun dari tubuh melalui air mata yang menetes. Itu sebabnya menangis dapat memperbaiki suasana hati Anda.

Penelitian dari University of South Florida tahun 2008 membuktikan bahwa menangis bekerja lebih baik untuk menenangkan diri dan meningkatkan suasana hati Anda daripada obat antidepresan apapun. (fmz/bb)

Comments
Loading...