Cara Murah dan Mudah Menyimpan Sperma Dari Ilmuwan Indonesia

berikut cara murah dan mudah menyimpan sperma

FENOMAGZ – Selama ini, proses inseminasi melalui donor sperma masih jarang dilakukan untuk manusia di Indonesia. Selain itu, masih tabu, proses ini terbilang mahal. Pasalnya, alat yang digunakan untuk penyimpanan sperma harganya tidak murah.

Baca juga: 4 Cara Wujudkan Fantasi Pasangan

Sperma dari pria sehat disimpan di instalasi khusus dalam tabung-tabung khusus berkode untuk menunjukkan asal sperma. Tabung disimpan dalam alat khusus bersuhu minus 196 derajat celcius.

Hal itu dilakukan untuk menjaga agar sperma tetap cair dan hidup. Masalahnya, suhu sedingin itu hanya bisa diperoleh dengan pendingin (coolant) nitrogen cair dengan alat dan isi ulang yang mahal.

Di Indonesia, proses memperoleh keturunan dari donor sperma untuk manusia belum banyak dilakukan. Praktik penyimpananan sperma hanya diperuntukkan bagi hewan ternak, misalnya sapi dan kambing.

Praktik yang sama juga dilakukan untuk menyimpan sperma pada hewan uji coba laboratorium, seperti mencit (tikus kecil). Sperma disimpan untuk mengurangi biaya pakan dan perawatan mencit jantan.

Alih-alih mampu memangkas biaya hidup mencit jantan, penyimpanan sperma dengan teknik konvensional tetap berbiaya mahal.

Pasalnya, alat penyimpanan sperma paling murah adalah USD 5.000 atau setara dengan Rp 70 juta per tabung nitrogen.

“Selain mahal, nitrogen cair juga berbahaya. Ada risiko keterlambatan nitrogen, tangki bocor, atau apa yang bisa merusak sperma,” ucap Dosen Fakultas Peternakan Universitas Jenederal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, yang kini mengajar di Monash University, Australia, Mulyoto Pangestu, beberapa waktu lalu.

Berawal dari keinginan untuk memangkas biaya penyimpanan sperma itu, Mulyoto lantas melakukan riset untuk menyimpan sperma dalam bentuk kering dan bersuhu ruangan. (fmz/bb)

Comments
Loading...