Fenomagz
Unleash the Wild Side

Ini Caranya Mengatasi Insomnia Pada Pasangan Anda

Ketika orang mengatakan, mereka berusaha membantu masalah tidur pasangannya, mereka tentu akan dihargai karena hal itu

0

 

FENOMAGZ – Jika pasangan anda mengalami sudah tidur, pasti anda berkeinginan membantunya agar bisa cepat tidur. Namun tahukah anda, dengan membantu pasangan untuk cepat tidur bisa membuat masalah bertambah parah.

Sebuah penelitian yang baru-baru ini banyak yang mengungkapkan, sebagian besar orang yang membantu pasangannya untuk tertidur malah menyebabkan insomnia memburuk.

Dari hasil penelitian yang didapatkan, mereka menemukan bahwa orang yang tidak mengalami masalah tidur sering sekali membuat akomodasi baru untuk insomnia pasangan mereka. Biasanya mereka mencoba memodifikasi jadwal tidur, jadwal kerja, dan aktivitas santai.

Ketika orang mengatakan, mereka berusaha membantu masalah tidur pasangannya, mereka tentu akan dihargai karena hal itu. Teman-teman di sekitarnya akan memuji hubungan mereka. Tapi ternyata hal itu malah menimbulkan masalah baru. Terlebih bantuan yang mereka tawarkan tidak selalu baik untuk dilakukan.

Sebagian besar orang akan mendukung pasangannya tidur dini hari atau bangun terlambat. Saran umum lainnya adalah membaca atau menonton TV di tempat tidur, tidur siang, menggunakan kafein, santai di siang hari, dan minum obat tidur atau alcohol sebelum tidur.

Hal-hal tentunya bertentangan dengan pedoman tidur yang dituangkan dalam terapi perilaku kognitif. Selama sesi CBT, orang belajar untuk tidak tidur sampai mereka merasa ngantuk, bangun pada waktu yang sama setiap hari, menggunakan tempat tidur mereka untuk tidur dan melakukan hubungan seks saja, serta menghindari tidur siang. Latihan di siang haru umumnya dianjurkan untuk membantu mata menutup di malam hari. Sementara alcohol dapat mengganggu tidur nyenyak.

Baca juga:   Hal ini yang Sebaiknya Tidak Dilakukan di Pantry Kantor

Meski pun niatnya bagus pasangan dapat berkontribusi untuk mengawetkan insomnia. Pada saat yang sama, orang-orang itu mungkin juga mengalami kecemasan terkait dengan masalah tidur pasangan, sehingga membuatnya sulit tidur.

Program perawatan harus melibatkan kedua pasangan dalam sebuah hubungan, agar secara proaktif bisa membahas bagaimana perilaku satu pasangan dapat membantu atau merugikan tidur pasangannya. (fmz/pz)

Comments
Loading...