Sering Konsumsi Obat-Obatan Bebas? Ini Tips Aman Konsumsinya

Alih-alih sembuh, sering mengonsumsi obat-obatan bebas secara sembarang malah bisa membahayakan kesehatan

Sering Konsumsi Obat-Obatan Bebas? Ini Tips Aman Konsumsinya

FENOMAGZ – Fenomen, apakah Anda sering mengonsumsi obat-obatan bebas saat sedang sakit? Obat bebas merupakan obat yang boleh digunakan tanpa adanya resep dokter. Meski obat-obatan tersebut bisa menghilangkan rasa sakit yang sedang Anda alami, namun nyatanya Anda harus tetap hati-hati. Mengonsumsi obat-obatan bebas secara sembarang tentunya bisa membahayakan kesehatan. Alih-alih sembuh, Anda malah akan menimbulkan akibat tertentu.

Berikut Fenomagz akan memberikan beberapa tips agar Anda tetap aman menggunakan obat-obatan bebas.

  1. Jangan sedikit-sedikit minum obat pereda nyeri

Obat pereda nyeri merupakan obat bebas yang sangat mudah ditemukan di pasaran. Tak hanya bisa ditemukan di toko obat maupun apotek, di warung sekitar rumah pun oabt tersebut dengan mudah ditemukan.

Meski begitu janganlah hal tersebut menyebabkan Anda jadi begitu mudah minum obat pereda nyeri, misalnya saat merasa sedikit pusing ataupun saat sedang merasa sedikit flu atau batuk. Menurut seorang dokter, sering mengonsumsi obat pereda nyeri bisa membahayakan ginjal. Kebiasaan itu tidak akan langsung terasa 1-2 tahun kemudian, akan tetapi saat sudah terakumulasi bertahun-tahun kemudian.

  1. Beli obat di tempat tepercaya

Tak hanya mudah ditemukan di pasaran, obat-obatan juga bisa dengan mudah ditemukan dan dibeli melalui toko-toko online bermunculan. Jika Anda hendak membeli obat melalui toko online, sebelumnya pastikan toko tersebut memang tepercaya. Misalnya dengan memastikan bahwa toko tersebut hanya menjual obat-obatan yang telah mengantongi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Selain itu, jika Anda hendak membeli obat di toko online, pastikan pengemasan atau packing-nya aman. Karena jika obat di packing sembarangan, maka toko tersebut patut dicurigai sebagai toko yang ‘abal-abal’ karena sangat ngawur dalam menyimpan dan mengirim obat. Padahal obat sensitif terhadap suhu.

Pengemasan dan pengiriman obat yang aman yaitu dengan menggunakan bubble wrap. Jika kemasan obat mudah pecah, maka harus menggunakan pelindung lainnya, demi menjaga produk tersebut aman dan berkualitas.

  1. Perhatikan kadaluwarsanya

Saat Anda hendak membeli dan meminum obat bebas, cobalah untuk memperhatikan tanggal kedaluwarsanya, terutama pada jenis obat cair. Karena ketika botol sterilnya sudah dibuka, maka cairan obat menjadi sangat rentan terhadap kontaminasi bakteri.

Seringkali obat masih tampak baik-baik saja, meskipun sudah kedaluwarsa. Karena itu kehati-hatian mutlak diperlukan. Jangan merasa sayang juga untuk membuang obat yang sudah kadaluwarsa, daripada nantinya malah menimbulkan masalah kesehatan lainnya.

  1. Jangan simpan obat sembarangan

Penyimpanan obat yang sembarangan akan membuat obat kehilangan fungsinya. Bahkan yang lebih bahaya, obat yang rusak akibat disimpan sembarangan bisa mempengaruhi kesehatan lambung, sistem pencernaan dan organ tubuh lainnya.

Sering kali seseorang menyimpan obat yang tidak habis ke dalam kulkas. Padahal, di kemasannya ada petunjuk harus disimpan di bawah suhu tertentu, misalnya 24 derajat Celcius.

Ketika obat tersebut masuk ke kulkas, maka suhu penyimpanannya jadi di bawah 8 derajat, yang malah membuat obat jadi menggumpal, sehingga berakibat pada efektivitas obat. (fmz/pm)

Comments
Loading...